Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TNI AL Siapkan 100 Prajurit untuk Operasikan Kapal Induk Garibaldi

TNI AL Siapkan 100 Prajurit untuk Operasikan Kapal Induk Garibaldi
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali ketika meresmikan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puspomal, Jakarta Utara. (Dokumentasi TNI AL)
Intinya Sih
  • TNI AL menyiapkan 100 prajurit untuk dilatih di Italia agar mampu mengoperasikan kapal induk Garibaldi yang ditargetkan tiba sebelum HUT TNI tahun 2026.
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan tiba pada 2026 dan dirapikan oleh PT PAL dengan nama baru setelah proses hibah selesai.
  • Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi buatan Italia tahun 1985 memiliki panjang 180 meter, mampu membawa pesawat STOVL dan helikopter, serta masih memiliki masa operasional hingga dua dekade ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 100 prajurit untuk dikirim ke Italia dan mengikuti pelatihan agar bisa mengawaki kapal induk Garibaldi. Kapal induk bekas itu diharapkan tiba di Tanah Air sebelum HUT TNI pada 2026.

"Pelatihannya akan terus dilaksanakan. Bagaimana tindak lanjutnya nanti akan diputuskan oleh Kementerian Pertahanan," ujar Ali ketika dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Oleh sebab itu, Ali berharap, proses negosiasi yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan bisa berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur yang berlaku. Kapal induk Garibaldi ini merupakan tambahan usai Indonesia membeli dua kapal produksi galangan kapal Fincantieri yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.

"Semoga (kapal Garibaldi) bisa lebih awal datangnya dan sebelum HUT TNI, harapannya itu ya," tutur dia.

1. Menhan sebut kapal induk Garibaldi akan tiba pada 2026

Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimpin rapat pimpinan di Mabes TNI. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Kepastian soal ketibaan kapal induk atau aircraft carrier Giuseppe Garibaldi pada tahun 2026 juga disampaikan oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.

"Insyaallah Garibaldi akan datang di Indonesia tahun 2026," ujar Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat pada Kamis kemarin.

Purnawirawan jenderal bintang empat itu mengatakan, kapal induk itu akan dirapikan di industri dalam negeri. Sehingga namanya akan diubah dan bukan lagi Garibaldi.

"Tapi, kami akan merapikan (kapal induk). Karena kita punya industri PT PAL mampu untuk merapikan.
Jadi, kami rapikan Garibaldi itu di Indonesia. Nanti bukan Garibaldi lagi namanya," tutur dia.

2. Anggaran untuk memoles kapal Garibaldi dipastikan akan efisien

ITS Giussepe Garibaldi
Ilustrasi kapal induk milik Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi C551 yang akan dihibahkan ke TNI AL. (Dokumentasi Sea Forces)

Ketika ditanyakan soal anggaran untuk memoles kapal induk Garibaldi, Sjafrie mengaku belum paham. Tetapi, ia memastikan anggaran yang dikeluarkan akan efisien.

"Saya kurang begitu paham mengenai anggarannya. Tapi saya memutuskan, jadi kalau dibilang efisien, efektif, saya siap," tutur dia.

Kapal Giuseppe Garibaldi akan didapatkan Indonesia melalui skema hibah.

3. Kapal Induk Giuseppe Garibaldi sudah pernah digunakan AL Italia sejak 1985

Giuseppe Garibaldi, Garibaldi
Ilustrasi kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan ke Indonesia. (Dokumentasi Wikipedia)

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan pertama yang dibangun Italia dan mulai bertugas pada 1985. Kapal ini memiliki panjang 180 meter dengan bobot penuh mencapai 13.850 ton.

Dalam sejarah operasionalnya, Garibaldi mampu membawa pesawat tempur jenis Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) AV-8B Harrier II dan berbagai jenis helikopter.

Masuknya Giuseppe Garibaldi akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia yang mengoperasikan kapal induk atau kapal pengangkut helikopter berukuran besar, setara dengan Hyuga-class milik Jepang atau Dokdo-class milik Korea Selatan.

Niat Indonesia mengakuisisi kapal induk pernah disampaikan Direktur Penjualan Bisnis Angkatan Laut Fincantieri, Mauro Manzini. Dikutip dari situs Naval News, kapal induk Giuseppe Garibaldi dirancang mampu mengoperasikan pesawat tanpa awak, helikopter, pesawat sayap tetap, dan aset amfibi. Kapal induk ini juga pernah menjalankan misi kemanusiaan, yakni mengirimkan bantuan medis pasca-gempa di Haiti pada 2010.

"Giuseppe Garibaldi dalam kondisi baik dan punya sisa masa operasional sekitar 15-20 tahun. Kapal ini bisa pindah kepemilikan setelah proses perbaikan yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Indonesia," ujar Manzini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More