Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Idrus Marham Bantah Golkar Siapkan Bahlil Maju Pilpres 2029

Idrus Marham Bantah Golkar Siapkan Bahlil Maju Pilpres 2029
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia ketika berpidato di Musyawarah Besar Golkar. (Tangkapan layar YouTube Kabar Golkar)
Intinya Sih
  • Idrus Marham menegaskan Partai Golkar belum pernah membahas pencalonan Bahlil Lahadalia untuk Pilpres 2029 dan menyebut isu tersebut terlalu dini serta berpotensi menimbulkan persepsi keliru.
  • Bahlil disebut fokus memperkuat konsolidasi internal Golkar, menambah kursi partai, serta mendukung keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran sesuai arah pemikiran yang dijelaskan dalam bukunya.
  • Dalam gagasannya, Bahlil mendorong pembentukan koalisi permanen di bawah kepemimpinan Prabowo dan menunjukkan konsistensi politik antara ucapan serta tindakannya sebagai kader dan aktivis Golkar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times — Wacana munculnya Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam bursa calon presiden atau calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, dibantah internal partai berlogo beringin itu.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, Bahlil belum pernah membicarakan ambisi politik menuju Pilpres 2029. Menurut dia, fokus Bahlil sebagai ketua umum partai adalah memperkuat konsolidasi internal, membesarkan Golkar, meningkatkan perolehan kursi partai, dan menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai dan bagaimana menambah kursi, serta sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” ujar Idrus dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

1. Masih terlalu jauh

antarafoto-rakor-tata-kelola-ekspor-sda-1780897271.jpg
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Pernyataan Idrus tersebut merespons pandangan Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan yang menilai Bahlil mulai memiliki peluang masuk dalam konfigurasi politik Pilpres 2029. Popularitas Bahlil disebut meningkat setelah fenomena lagu viral “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” di media sosial. Fenomena tersebut berpotensi menjadi modal popularitas politik bagi Bahlil menuju kontestasi nasional.

Namun Idrus menilai, menarik isu tersebut langsung ke arah pencalonan presiden terlalu jauh dan dapat menimbulkan persepsi yang keliru.

“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” kata Idrus.

2. Fokus menyukseskan pemerintahan Prabowo

20260520_153838.jpg
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Idrus mengatakan, untuk memahami sikap, pemikiran, serta komitmen politik Bahlil ke depan, perlu melihat gagasan yang dituangkan dalam buku karya Bahlil berjudul “Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional.”

Menurut Idrus, dalam buku tersebut Bahlil telah menjelaskan arah pemikirannya mengenai kesinambungan pembangunan dan kepemimpinan nasional. Fokus utama yang disampaikan, kata Idrus, adalah bagaimana menyukseskan kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto pada periode saat ini.

“Untuk memahami pikiran, komitmen, sikap dan pemikiran politik Pak Bahlil ke depan, itu sudah diuraikan dalam bukunya. Fokusnya adalah bagaimana mensukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini,” ujar Idrus.

Ia menambahkan, keberhasilan pemerintahan Prabowo saat ini dinilai menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional ke depan.

“Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya,” kata Idrus.

3. Wacana koalisi permanen

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam buku tersebut, Bahlil juga menyampaikan gagasan mengenai pentingnya membangun koalisi permanen ke depan bersama Partai Golkar dan partai-partai pendukung lainnya di bawah kepemimpinan Prabowo.

“Di dalam buku itu Pak Bahlil menyampaikan perlunya koalisi permanen ke depan bersama Golkar, tentu di bawah pimpinan Pak Prabowo. Itu yang menjadi gagasan yang disampaikan,” ujarnya.

Idrus menilai Bahlil tidak bisa dipandang sama dengan politisi lain karena perjalanan politiknya dibentuk melalui proses panjang sebagai aktivis dan kader yang ditempa dalam perjuangan.

“Pak Bahlil adalah seorang aktivis yang ditopang oleh perjuangan panjang. Tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain,” kata Idrus.

Ia menegaskan, karakter politik Bahlil selama ini menunjukkan konsistensi antara pernyataan dan tindakan. Menurut Idrus, hal tersebut tercermin dari sikap Bahlil sejak dipercaya memimpin Golkar hingga menjadi bagian dari pemerintahan saat ini.

“Pak Bahlil selama ini menyampaikan gagasan, pikiran, sikap dan komitmen politiknya itu satu kata dan perbuatan,” ujarnya.

“Karena itu Pak Bahlil tetap konsisten bahwa fokusnya adalah membesarkan partai, menambah kursi, dan bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini sukses,” sambung Idrus.

Ia menegaskan Partai Golkar berada dalam posisi mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan pemerintah menjadi prioritas karena akan menentukan arah politik nasional ke depan.

Idrus juga menyoroti, nama Bahlil yang ramai diperbincangkan publik setelah lagu parodi “MBG Mas Bahlil Ganteng” viral di sejumlah platform media sosial. Lagu tersebut menjadi fenomena digital dan digunakan dalam berbagai konten kreatif warganet. Namun, Idrus menilai popularitas di ruang digital tidak otomatis dapat diterjemahkan sebagai agenda politik. Ia menegaskan Golkar belum membicarakan konfigurasi kandidat Pilpres 2029 dan tetap fokus memperkuat organisasi serta mengawal pemerintahan.

“Opini boleh dibuat, tetapi secara politik praktis, Golkar fokus bekerja dan membesarkan partai,” jelas Idrus.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More