Comscore Tracker

IMS 2019, Eka Lorena: Perempuan Bisa Sukses Karena Lebih Tahan Stres

Percaya diri, pakai otak, dan buang stigma perempuan lemah

Jakarta, IDN Times - Pimpinan Perusahaan Transportasi dan Logistik PT. Eka Sari Lorena atau ESL Express dan ESL Logistics, Eka Sari Lorena mengungkapkan tiga kunci sukses di dunia industri.

Hal itu disampaikan saat diskusi panel bertema "Meet the Wonder Women of Indonesia" dalam acara Indonesia Millennials Summit di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Sabtu (19/1).

"Kalau saya percaya di mana pun berada, kita bisa sukses asal pede (percaya diri). Kalau gak semangat dan pede, apa pun bisnis yang dijalani gak akan jadi terbaik," ujar Eka.

Eka menambahkan, stigma bahwa perempuan itu lemah harus dihilangkan. Sebab, tak jarang para perempuan di-judge sebagai kaum moody yang hanya bisa mengandalkan perasaan semata. Menurut Eka, stigma tersebut dapat merusak pemikiran.

"Kalau kita punya otak pintar ya dipakai. Sekali lagi, PO, pakai otak! Perempuan itu bisa melakukan banyak hal dan berkapasitas tahan stres. Kalau gak paham sesuatu ya tanya, mau cari info dan kalau bingung, ya tanya. Saat saya melakukan kunjungan ke pemerintah daerah, kadang isi pejabatnya 98 persen laki-laki semua gak menyuarakan aspirasi perempuan," tutur mantan Ketua Organda tersebut.

IDN Times menggelar Indonesia Millennial Summit 2019. Acara dengan tema "Shaping Indonesia's Future" ini dilangsungkan pada tanggal 19 Januari 2019 di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta.

IMS 2019 menghadirkan lebih dari 50 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial. Ajang millennial terbesar di tanah air ini akan dihadiri oleh 1500-an pemimpin millennial.

Dalam IMS 2019, IDN Times juga meluncurkan Indonesia Millennial Report 2019. Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute bekerjasama dengan Alvara Research Center. 

Melalui survei yang melibatkan 1400-an responden di 12 kota ini, IDN Times menggali aspirasi dan DNA millennial Indonesia. Survei ini sendiri dilakukan pada periode 20 Agustus-6 September 2018 dengan margin of error 2,62 persen.

Simak hasilnya di IMS 2019, dan ikuti perkembangannya di situs kami, IDN Times.

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya