Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DPRD Jabar Minta Penjelasan Rencana Pinjaman Rp2 Triliun Dedi Mulyadi

DPRD Jabar Minta Penjelasan Rencana Pinjaman Rp2 Triliun Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Hotel Borobudur Jakarta Pusat (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • DPRD Jawa Barat meminta penjelasan detail atas rencana pinjaman daerah Rp2 triliun yang diajukan Gubernur Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya transparansi bunga dan tenor pinjaman.
  • Iwan Suryawan mengingatkan agar dana pinjaman difokuskan pada proyek infrastruktur yang menyelesaikan masalah sistemik serta melibatkan kontraktor lokal untuk mendorong ekonomi daerah.
  • DPRD menegaskan pembayaran utang tidak boleh mengorbankan anggaran pendidikan dan kesehatan, serta meminta kepatuhan terhadap batas defisit sesuai aturan Kementerian Keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bogor, IDN Times Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mengkritisi rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp2 triliun. Iwan mengingatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi agar rencana tersebut tidak menjadi beban finansial jangka panjang bagi masyarakat Jawa Barat.

Politisi PKS ini menegaskan, langkah mengambil utang dalam jumlah besar memerlukan ketelitian ekstra. Mulai dari perencanaan hingga eksekusi di lapangan.

Iwan mengatakan, setiap pinjaman yang diambil oleh pemerintah daerah akan dibayar menggunakan uang rakyat melalui APBD pada masa mendatang. Oleh karena itu, dia menuntut transparansi penuh terkait skema pinjaman tersebut.

"Setiap rupiah yang dipinjam oleh pemerintah adalah beban yang pada akhirnya akan ditanggung oleh masyarakat melalui anggaran daerah di masa depan. Oleh karena itu, transparansi mengenai bunga dan tenor pinjaman harus dibuka secara gamblang kepada publik melalui forum legislatif," ujar Iwan Suryawan dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (1/3/2026).

1. Wanti-wanti proyek infrastruktur selesaikan masalah sistemik

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan saat memimpin rapat paripurna di DRPD Jawa Barat beberapa hari lalu. (Dok humas PKS DPW Jabar).).
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan saat memimpin rapat paripurna di DRPD Jawa Barat beberapa hari lalu. (Dok humas PKS DPW Jabar).).

Iwan juga menyoroti rencana penggunaan dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur. Dia memperingatkan agar proyek yang dijalankan benar-benar menyelesaikan masalah sistemik, seperti kemacetan, bukannya justru menciptakan masalah baru akibat kurangnya koordinasi antarwilayah.

Dia tidak ingin pembangunan jalan hanya menjadi proyek mercusuar yang minim dampak nyata.

"Tanpa sinkronisasi dengan Pemkot atau Pemkab, pembangunan jalan baru justru berisiko menimbulkan titik kemacetan baru di ujung ruas jalan," kata dia.

2. Minta jaminan keterlibatan kontraktor lokal

Ilustrasi pembangunan jalan (IDN Times/Dwi Agustiar)
Ilustrasi pembangunan jalan (IDN Times/Dwi Agustiar)

Di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif, Iwan juga meminta Pemprov Jabar memastikan proyek ini mampu menstimulus ekonomi lokal secara langsung. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan pengusaha dan kontraktor di daerah.

"Saya meminta jaminan bahwa pengerjaan proyek ini melibatkan kontraktor lokal yang berkualitas. Hal ini penting agar perputaran uang tetap berada di lingkup Jawa Barat," kata dia.

Dia juga mengusulkan adanya sistem pengawasan digital agar masyarakat bisa memantau progres fisik dan meminimalisir kebocoran anggaran.

3. Sektor pendidikan dan kesehatan tidak boleh dikorbankan

Ilustrasi berobat (IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi berobat (IDN Times/Istimewa)

Iwan mengingatkan agar kewajiban membayar cicilan utang tidak mengganggu stabilitas sektor pelayanan dasar. Dia mengharamkan adanya pemotongan anggaran pendidikan maupun kesehatan hanya untuk menutupi utang tersebut.

Dia juga menagih penjelasan teknis dari Gubernur Dedi Mulyadi mengenai rasio utang terhadap pendapatan daerah agar tetap patuh pada batasan defisit Kementerian Keuangan.

"Dukungan DPRD terhadap pinjaman daerah harus memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa setiap sen pinjaman tersebut benar-benar meningkatkan produktivitas rakyat Jawa Barat," ucap Iwan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More