Pramono: Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Kenaikan Harga di Jakarta

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti potensi tekanan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah, terutama jika Selat Hormuz ditutup yang bisa memicu kenaikan harga di Jakarta.
- Menjelang Idulfitri, Pramono memastikan stok kebutuhan pokok seperti cabai keriting, daging, dan beras di Jakarta dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat.
- Pemprov DKI terus memantau harga-harga di pasar utama guna menjaga stabilitas inflasi, dengan laporan sementara menunjukkan belum ada lonjakan harga signifikan sejauh ini.
Jakarta, IDN Times — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan tekanan ekonomi global berpotensi meningkat akibat konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah. Menurut dia, dampak paling terasa bisa muncul apabila jalur strategis perdagangan dunia seperti Selat Hormuz sampai ditutup.
“Ekonomi global, tekanannya pasti akan terjadi karena perang yang terjadi saat ini. Terutama kalau nanti Selat Hormuz ditutup, dampaknya akan langsung terhadap supply chain dan harga-harga pasti mengalami kenaikan,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Minggu (1/3/2026).
1. Pramono pastikan stok untuk lebaran aman

Meski demikian, dia memastikan kebutuhan pokok masyarakat Jakarta menjelang Idul Fitri dalam kondisi aman. Sejumlah komoditas utama seperti cabai keriting, daging, dan beras disebut memiliki stok lebih dari cukup.
"Untuk Jakarta, karena kita sebentar lagi menyambut Idulfitri, kebutuhan utama di Jakarta hal yang menyangkut cabai keriting, daging, beras sekarang ini stoknya lebih dari cukup," kata dia.
2. Stok daging aman

Pramono mengakui, persoalan daging kerap menjadi tantangan di Jakarta, terutama saat momentum hari besar keagamaan. Namun kali ini, dia memastikan pasokan dalam kondisi terkendali.
“Yang selalu jadi persoalan di Jakarta adalah masalah daging. Alhamdulillah sekarang stok daging aman,” kata dia.
3. Pemprov akan pantau harga-harga

Berdasarkan pemantauan di pasar-pasar utama Jakarta, Pramono menyebutkan belum terjadi lonjakan harga signifikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memantau perkembangan harga untuk memastikan inflasi tetap terkendali.
“Kita lihat dari semua harga-harga di pasar utama di Jakarta, kenaikannya belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi. Saya tetap memantau, mudah-mudahan inflasinya juga terpantau dengan baik,” kata dia.















