Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ITDP: Transportasi Umum di Jakarta Baik 80 Persen, Pengguna Masih Rendah
Bus Transjakarta Koridor 9 tetap beroperasi normal pasca-demonstrasi, Senin (1/9/2025). (IDN Times/Rochmanudin)
  • ITDP menilai kualitas transportasi umum Jakarta sudah mencapai 80 persen, namun tingkat pengguna masih rendah sekitar 20 persen termasuk ojek online.
  • Pengelolaan moda transportasi yang terpisah antara Jakarta dan Bodetabek menyebabkan layanan tidak konsisten, waktu perpindahan lama, serta tarif belum terintegrasi.
  • Mizandaru Wicaksono menegaskan perlunya kontribusi daerah sekitar agar pembiayaan dan operasional transportasi regional lebih berkelanjutan serta mengurangi kemacetan di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
19 April 2026

Mizandaru Wicaksono dari ITDP menyampaikan bahwa transportasi umum di Jakarta sudah baik hingga 80 persen, namun penggunaannya masih rendah sekitar 20 persen. Ia menjelaskan hal ini dalam acara media gathering ITDP.

tahun pertama

Mizan mencontohkan bahwa pada tahun pertama Jakarta dapat sepenuhnya membiayai layanan bus sebagai bagian dari skema kontribusi bertahap antar daerah.

tahun kedua

Pada tahun kedua, daerah lain diharapkan mulai berkontribusi untuk rute pengumpan, halte bus, dan trotoar di kawasan terminus.

tahun ketiga dan selanjutnya

Pada tahun ketiga dan seterusnya, biaya operasional transportasi publik ditanggung bersama dengan proporsi yang disepakati antara Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

kini

ITDP menilai sistem transportasi publik di Jakarta dan Bodetabek masih dikelola terpisah sehingga kualitas layanan belum konsisten. Upaya integrasi antardaerah terus didorong agar lebih berkelanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menyampaikan bahwa kualitas transportasi umum di Jakarta sudah mencapai 80 persen, namun tingkat penggunaannya masih rendah sekitar 20 persen.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Urban Mobility Manager ITDP Indonesia, Mizandaru Wicaksono, dalam kegiatan media gathering bersama para pemangku kepentingan transportasi.
  • Where?
    Kegiatan dan pembahasan berlangsung di Jakarta, dengan fokus pada kondisi transportasi umum di wilayah Jakarta dan kawasan Bodetabek sekitarnya.
  • When?
    Pemaparan dilakukan pada Minggu, 19 April 2026, saat acara media gathering yang digelar oleh ITDP Indonesia.
  • Why?
    Tingkat penggunaan rendah karena banyak pergerakan berasal dari Bodetabek, sistem antarmoda belum terintegrasi penuh, serta ketergantungan daerah lain terhadap pembiayaan dari Jakarta.
  • How?
    ITDP mendorong kolaborasi antarwilayah untuk integrasi moda transportasi dan pembagian biaya operasional secara bertahap agar layanan publik lebih efisien dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Jakarta, katanya kendaraan umum sudah bagus banget, delapan puluh dari seratus bagusnya. Tapi orang yang naik masih sedikit, cuma dua puluh dari seratus. Banyak orang masih pilih naik mobil sendiri. Katanya karena kendaraan umum di Jakarta dan Bodetabek belum nyambung semua. Jadi sering macet deh di Jakarta sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun tingkat penggunaan transportasi umum di Jakarta masih rendah, pernyataan ITDP menunjukkan kemajuan signifikan bahwa kualitas layanan telah mencapai 80 persen dibandingkan daerah sekitarnya. Upaya integrasi antarwilayah yang mulai dijajaki menandakan adanya komitmen kolaboratif untuk memperbaiki konektivitas dan efisiensi sistem transportasi publik secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengatakan, transportasi umum di Jakarta sudah baik hingga 80 persen dibandingkan daerah-daerah sekitarnya. Namun ternyata, angka penggunanya masih rendah.

Urban Mobility Manager ITDP Indonesia, Mizandaru Wicaksono, mengatakan, penggunaan transportasi publik di Jakarta masih sekitar 20 persen, termasuk pengguna ojek online.

"Kalau transportasi publik yang mirip 12-14 persen. Nah kenapa sih alasannya? Ya, kalau kita lihat-lihat, ternyata pergerakan (transportasi) di Jakarta 60 persen itu dari Bodetabek," kata Mizan di acara media gathering ITDP, dikutip Minggu (19/4/2026).

1. Imbas yang terjadi ke masyarakat

Halte Transjakarta Jaga Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mizan mengatakan, kondisi tersebut berimbas kepada masyarakat yang akhirnya tetap menggunakan kendaraan pribadi saat beraktivitas.

"Imbasnya masyarakat dari rumah berangkat ya sudah naik mobil aja. Kecuali yang tercakup sama rel, mungkin masih maulah jalan atau naik ojek. Nah itu yang bikin isu utamanya," kata dia.

2. Kondisi transportasi publik di Jakarta dan Bodetabek

Koridor 9 Transjakarta (IDN Times/Rohman)

Mizan mengatakan, saat ini berbagai moda transportasi yang ada dikelola terpisah oleh operator dan regulator.

Hal ini pun menyebabkan kualitas layanan tidak konsisten, waktu perpindahan antarmoda yang lama, serta sistem tarif yang tidak terintegrasi.

Pihaknya pun ingin mengajak para pemangku kepentingan duduk bersama untuk dapat mengintegrasikan transportasi umum antara Jakarta dengan Bodetabek.

Terlebih, Jakarta sudah memiliki inisiatif dengan meluncurkan beberapa rute terintegrasi dengan daerah Bodetabek.

Sayangnya, pihaknya melihat daerah lain masih mengandalkan Jakarta, terutama dalam hal pembiayaan sehingga hal tersebut menjadi tidak berkelanjutan.

3. Akhirnya Jakarta jadi lokasi macet

Koridor 9 Transjakarta (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mizan mengatakan, dengan adanya masalah tersebut, maka tak heran jika Jakarta pun menjadi lokasi kemacetan itu terjadi.

"Maka seharusnya memang ada kontribusi gitu dari kota-kota yang lain. Mungkin bisa bertahap gitu kontribusinya," kata Mizan.

Dia mencontohkan, pada tahun pertama Jakarta bisa sepenuhnya membiayai layanan bus. Kemudian tahun kedua, daerah lain berkontribusi pada rute pengumpan, halte bus, dan trotoar di kawasan terminus. Tahun ketiga dan selanjutnya, biaya operasional ditanggung bersama dengan proporsi yang disepakati.

"Di peraturan kita pun sebenarnya sudah membolehkan hal itu. Ada namanya kerja sama daerah dengan daerah lainnya. Jadi itu harusnya bisa dimanfaatkan oleh Jakarta dan kota-kota sekitar untuk bikin kerjasama yang lebih mantap lah secara regulasi," kata dia.

Mizan mengatakan, jika Jakarta membuka layanan ke wilayah Bodetabek dan memposisikan TransJakarta sebagai operator regional, maka hanya ada dua tantangan tersisa Keduanya adalah rute hanya terbatas pada kawasan strategis Jakarta dan hanya dapat menerima subsidi dari Pemprov Jakarta.

Editorial Team