Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perang Timur Tengah Bisa Memburuk, Prabowo: Kita Harus Siap Mental

Perang Timur Tengah Bisa Memburuk, Prabowo: Kita Harus Siap Mental
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo Subianto mengingatkan perang di Timur Tengah berpotensi berlangsung panjang, meluas, dan memburuk di tengah kondisi global yang tidak menentu.
  • Prabowo meminta Indonesia menyiapkan mental menghadapi krisis dunia, seraya menilai negara memiliki potensi serta sumber daya besar untuk menghadapi berbagai tantangan.
  • Menurut Prabowo, Indonesia perlu memperkuat kekompakan, meningkatkan efisiensi dan penghematan, serta menekan kebocoran karena dampak perang dinilai sangat berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan untuk bersiap menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian. Salah satunya terkait perang di Timur Tengah (Timteng) yang disebut berpotensi berlangsung panjang, meluas, dan memburuk.

"Perang di Timur Tengah akan, kita harus siap mental bahwa akan panjang, akan meluas, akan tambah buruk," kata Prabowo saat menghadiri acara Akad Massal 62 ribu unit KPR rumah subsidi di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Prabowo mengatakan Indonesia perlu bersiap secara mental menghadapi situasi tersebut. Meski begitu, dia menilai Indonesia memiliki potensi dan sumber daya yang besar untuk menghadapi berbagai tantangan.

"Kita bersyukur potensi kita sangat besar. Kita akan menghadapi kesulitan tapi kita banyak jalan keluar. Sumber daya kita sangat besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan baik," ujar dia.

Prabowo menekankan krisis dunia yang terjadi saat ini bukan persoalan ringan. Menurutnya, perang membawa dampak besar sehingga Indonesia perlu memperkuat kekompakan.

"Krisis dunia, krisis dunia bukan krisis yang ringan. Krisis dunia nyata. Perang itu sangat berbahaya dan dahsyat. Untuk itu kita harus kompak. Kita bersyukur dengan semua yang kita punya," paparnya.

"Untuk itu kita harus lebih, lebih efisien, kita harus lebih hemat, kita harus lebih teliti, kita harus tekan semua kebocoran. Kita harus tekan semua kebocoran. Karena dunia dalam keadaan yang sangat-sangat tidak menentu," kata Prabowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More