Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jatim, Jateng, hingga Jabar Dilanda Krisis Air Bersih Dampak Kemarau
BPBD Kabupaten Lamongan bersama pihak terkait lainnya telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 40 .000 liter air ke tiga lokasi yang ada di Kabupaten lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Lamongan)
  • Kekeringan akibat musim kemarau melanda Salatiga, dengan 160 KK atau 480 jiwa di Kelurahan Kumpulrejo terdampak krisis air bersih tanpa korban jiwa maupun kerugian materiil.
  • BPBD Salatiga menyalurkan 10.000 liter air bersih pada 8 Agustus 2026; penanganan berlangsung dalam status siaga darurat kekeringan dan karhutla tingkat kota serta provinsi.
  • Krisis air bersih juga terjadi di Lamongan, sejumlah kabupaten Jawa Tengah, Subang, dan Bandung; BPBD setempat menyalurkan air, dengan Bandung mencatat 7.980 KK terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Musim kemarau membuat banyak tempat kekurangan air bersih. Warga di Salatiga, Lamongan, Cilacap, Purworejo, Sragen, Jepara, Semarang, Subang, dan Bandung susah mendapat air. Banyak keluarga terdampak. BPBD membawa air bersih dengan truk tangki. Di Salatiga, mereka memberi dua tangki air. Bantuan air masih terus dibagikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan melanda wilayah Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, yang dipicu sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau, sehingga menyebabkan berkurangnya cadangan sumber air bersih. Kondisi tersebut terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima BNPB, kekeringan berdampak pada sekitar 160 kepala keluarga atau 480 jiwa di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

"Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut," ujar Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).

1. BPBD Kota Salatiga bantu dua tangki air bersih

BPBD Kabupaten Lamongan bersama pihak terkait lainnya telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 40 .000 liter air ke tiga lokasi yang ada di Kabupaten lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Lamongan)

Sebagai upaya penanganan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, BPBD Kota Salatiga melakukan pendistribusian atau dropping air bersih. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan sumber air akibat kondisi musim kemarau.

BPBD Kota Salatiga kembali melakukan dropping air bersih kepada masyarakat terdampak dengan total 10.000 liter atau sebanyak dua tangki air bersih pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

"Penanganan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," ujar Muhari.

2. Provinsi Jateng telah tetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla

BPBD Kabupaten Lamongan bersama pihak terkait lainnya telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 40 .000 liter air ke tiga lokasi yang ada di Kabupaten lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Lamongan)

Penanganan kekeringan di Kota Salatiga dilaksanakan dalam kerangka status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berdasarkan Keputusan Wali Kota Salatiga Nomor 300.2/131/2026, yang berlaku mulai 29 April hingga 25 Oktober 2026.

"Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026, berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026," kata dia.

3. Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah

BPBD Kabupaten Lamongan bersama pihak terkait lainnya telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 40 .000 liter air ke tiga lokasi yang ada di Kabupaten lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Lamongan)

Sebelumnya BNPB juga melaporkan krisis air bersih dampak kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. BPBD terus berupaya pendistribusian air bersih bagi warga terdampak. Kekeringan melanda tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sarirejo, Ngimbang dan Bluluk. Ketiadaan hujan selama musim kemarau, telah mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih sebagai kebutuhan pokok warga.

Tercatat sebanyak 741 kepala keluarga mengalami krisis air bersih. Merespons hal tersebut, BPBD Kabupaten Lamongan bersama pihak terkait lainnya, telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 40 ribu liter air ke tiga lokasi tersebut pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kekeringan juga terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebanyak 10 kecamatan mengalami kesulitan air bersih akibat berkurangnya debit sumber air yang digunakan untuk pemenuhan aktivitas sehari-hari. Pada Rabu, 5 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Cilacap kembali melakukan droping air bersih ke beberapa titik dengan total mencapai 28 ribu liter.

Masih di Provinsi Jawa Tengah, peristiwa serupa juga melanda wilayah Kabupaten Purworejo. Sebanyak 107 kepala keluarga yang berada di empat kecamatan terdampak, karena berkurangnya sumber air bersih. Kecamatan terdampak antara lain, Kecamatan Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang. BPBD Kabupaten Purworejo beserta tim gabungan kembali melakukan distribusi air bersih pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebanyak 30 ribu liter untuk beberapa desa terdampak.

Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, juga tidak luput dari dampak kekeringan. Musim kemarau yang masih berlangsung menyebabkan penyusutan debit air sungai dan sumur-sumur warga. Dilaporkan 448 kepala keluarga alami kesulitan air bersih. Untuk merespon hal itu, BPBD Kabupaten Sragen bersama aparat terkait kembali memberikan dukungan berupa 41 ribu air bersih untuk warga terdampak.

Krisis air bersih akibat kekeringan juga melanda Kabupaten Jepara, sumber air di wilayah Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, mengalami penurunan debit pada musim kemarau, sehingga warga mengalami kekurangan air bersih sejak Jumat, 5 Juni 2026.

Wilayah terdampak meliputi Desa Kedungmalang (Kecamatan Kedung), Desa Tunahan (Kecamatan Keling), dan Desa Sumberrejo (Kecamatan Donorojo), dengan total 1.260 Kepala Keluarga (KK) terdampak. BPBD Kabupaten Jepara melakukan pendataan serta mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Hingga Selasa, 4 Agustus 2026, pendistribusian air bersih telah dilakukan 2 tangki atau 10 ribu liter kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Keling, Desa Tunahan.

Kekeringan serupa juga melanda Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, akibat tidak turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Kecamatan Bancak dan sekitarnya. Kekeringan tercatat berdampak di lima kecamatan dan tujuh desa, yaitu Desa Plumutan dan Desa Bantal (Kecamatan Bancak), Desa Kemitir (Kecamatan Sumowono), Desa Pakis dan Desa Rembes (Kecamatan Bringin), Desa Kedungringin (Kecamatan Suruh), serta Desa Kalikayen (Kecamatan Ungaran Timur). Sebanyak 646 KK atau 1.308 jiwa terdampak, tanpa ada kerugian materiil yang dilaporkan, dengan kebutuhan mendesak berupa pasokan air bersih.

BPBD Kabupaten Semarang bersama petugas gabungan telah melaksanakan droping air bersih ke wilayah-wilayah terdampak sebagai langkah penanganan darurat. Penanganan kekeringan ini mengacu pada Keputusan Bupati Semarang Nomor 100.3.3.2/017/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026 selama 243 hari, terhitung sejak 3 Juni 2026 hingga 31 Januari 2027, serta Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026. Hingga Selasa, 4 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Semarang bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang telah mendistribusikan air bersih 15 ribu liter di Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono.

Sebagian wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat juga dilaporkan mengalami kekeringan selama musim kemarau. Sebanyak 65 kepala keluarga di Kecamatan Pagaden kesulitan mendapatkan air bersih. Merespons hal itu, BPBD Kabupaten Subang pun melakukan suplai air bersih sebanyak 5 ribu liter pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, juga dampak kekeringan yang cukup signifikan yang telah dirasakan masyarakat sejak Selasa, 28 Juli 2026. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih. BPBD setempat telah mendistribusikan sekitar 148 ribu liter air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article