Jejak Kontroversi Sahroni: Sebut Rakyat Tolol hingga OTT KPK Harus Izin

Jakarta, IDN Times - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni menjadi sorotan publik setelah sejumlah pernyataannya menuai kontroversi. Kehadirannya juga sangat ditunggu oleh massa aksi yang berujuk rasa di DPR RI.
Ahmad Sahroni sempat menyampaikan umpan balik publik yang terus mengritik DPR RI setelah berjoget ria pada momen sidang tahunan MPR RI pada Jumat (15/8/2025). Ia mengatakan masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "orang tolol sedunia".
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," cetus Sahroni," kata Sahroni usai Kunjungan Kerja (Kunker) di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).
Selain itu, pernyataan Sahroni saat rapat kerja bersama Ketua KPK Setyo Budiyanto di Komisi III DPR RI juga menuai kontroversi di publik. Dalam rapat itu, Sahroni menyatakan akan mendukung penuh KPK melakukan OTT.
"Tolonglah dihargai satu sama lain. Kami nggak mau akhirnya merasa bahwa ah ini partai politik sok-sokan, mau sok bersih, nggak. Di Republik ini enggak ada yang bersih. Kami pingin bahwa proses penegakan hukum yang Bapak (KPK) lakukan sesuai koridor yang kami pengin pahami," kata Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI itu.
Sahroni juga menyinggung KPK supaya mau berkoordinasi dengan pimpinan partai politik sebelum melakukan OTT. Ia pun mengaku siap membawa pelaku secara langsung ke KPK.
"Kita berharap ke depan dalam proses yang di Makassar tidak terulang, Pak. Kalau pun mau tangkap misalnya Bapak berkomunikasi dengan pimpinan partai. Kita perlu kalau perlu kita anterin itu orang ke Bapak," tutur Bendahara Umum Partai NasDem itu.
Belum lama ini, Sahroni juga mengeluarkan pernyataan yang juga menuai sorotan publik, terutama terkait aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat sipil.
Sahroni mendukung aparat menindak para pedemo yang berusia di bawah umur hingga menyebabkan kericuhan selama unjuk rasa berlangsung Senin (25/8/2025). Menurut dia, mereka adalah orang-orang brengsek.
"Saya dukung Polda Metro menangkap mereka-mereka yang anarkis, sekalipun di bawah umur. Bayangin, di bawah umur aja begitu brengseknya bersikap. Ini enggak bisa dibiarkan. Saya dukung Kapolda Metro dan jajaran menangkap mereka-mereka yang anarkis," kata Sahroni pada Selasa lalu (26/8/2025).
Imbas pernyataan ini, Fraksi Partai NasDem di DPR RI memutuskan untuk mencopot Sahroni dari jabatan sebelumnya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Adapun, jabatan Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI kini digantikan Rusdi Masse Mappasesu. Dia sebelumnya ditempatkan di Komisi IV sebagai anggota biasa.
Rotasi mutasi jabatan itu tertuang dalam surat bernomor F.NasDem/758/DPR-RI/VIII/2025 tertanggal Jumat 29 Agustus 2025. Menariknya surat tersebut ditandangani oleh Sahroni langsung sebagai Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Hermawi Taslim, membenarkam mengenai rotas mutasi jabatan di Fraksi Partai NasDem DPR RI tersebut dan Ketua Fraksi DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat.
"Rotasi rutin, tidak ada pencopotan, hanya penyegaran," kata Hermawi kepada wartawan, Jumat.