Kemenag: Secara Hisab 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026

- 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026 menurut Kemenag
- Kriteria MABIMS tidak terpenuhi di wilayah NKRI pada 17 Februari 2026
- Pemerintah akan tetapkan awal Ramadan setelah sidang isbat malam ini
Jakarta, IDN Times - Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya mengatakan, 1 Ramadan secara hisab jatuh pada 19 Februari 2026.
Berdasarkan pemantauan pada hari ini (17/2/2026), posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria MABIMS. Di mana, kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat secara toposentrik dan elongasi minimal 6,4 derajat secara geosentrik.
"Berdasar Kriteria MABIMS (3-6,4) pada tanggal 29 Sya'ban 1447 H/17 Februari 2026 M posisi hilal di wilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 dan elongasi minimum 6,4 derajat, sehingga tanggal 1 Ramadan 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis Pahing, tanggal 19 Februari 2026 M," kata dia dalam seminar posisi hilal di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
Meski begitu, awal Ramadan baru akan ditetapkan secara resmi oleh pemerintah setelah Kemenag menggelar sidang isbat pada malam ini.
















