Profil Ahmad Sahroni, Anggota DPR Dimutasi Gegara Ucapan Kontroversial

- Ahmad Sahroni, eks Wakil Komisi III DPR, dimutasi ke Komisi I karena ucapannya yang kontroversial.
- Riwayat karier Ahmad Sahroni dari sopir hingga direktur perusahaan sebelum terjun ke dunia politik.
- LHKPN menunjukkan kekayaan Ahmad Sahroni mencapai Rp315,3 miliar dari aset properti, mobil mewah, dan berbagai aset lainnya.
Jakarta, IDN Times - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ahmad Sahroni, resmi dimutasi ke Komisi I sebagai anggota biasa, dari posisi sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III, pada Jumat (20/8/2025). Pria yang akrab disapa Roni ini dimutasi setelah viral gegara ucapan kontroversialnya yang sebut rakyat tolol.
Jabatan Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR kini digantikan oleh Rusdi Masse Mappasesu. Dia sebelumnya ditempatkan di Komisi IV sebagai anggota biasa. Rotasi mutasi jabatan itu tertuang dalam surat bernomor F.NasDem/758/DPR-RI/VIII/2025 tertanggal Jumat 29 Agustus 2025. Menariknya surat tersebut ditandangani oleh Sahroni langsung sebagai Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI.
Sahroni merupakan politikus Partai NasDem, yang dikenal juga sebagai "crazy rich" Tanjung Priok, Jakarta. Sebelum terjun ke dunia politik, dia sudah melakoni berbagai macam pekerjaan. Berikut profil Ahmad Sahroni.
1. Profil Ahmad Sahroni, di mulai jadi sopir hingga direktur perusahaan

Dilansir laman resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Sahroni memulai kariernya sebagai sopir di PT. Niaga Gemilang Samudra pada 1998. Masih dengan profesi sopir, dia pindah ke PT. Millenium Inti Samudra pada 1999.
Kemudian, masih di perusahaan yang sama, Roni menjabat sebagai staf operasional pada 2001, lalu naik jadi kepala operasional di tahun yang sama, hingga menjadi direktur operasional pada 2002. Pada 2003, dia menjadi direktur di PT. Sakagos Intec sekaligus direktur utama di tahun yang sama.
Sebelum akhirnya menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Roni menjadi direktur utama di dua perusahaan, yaitu PT. Ekasamudra Lima dan PT. Ruwanda Satya Abadi pada 2005 hingga 2008.
Di tahun 2014, Roni menjadi anggota DPR. Ia kemudian dipilih menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR yang menangani masalah hukum dan HAM pada 2019, dan kemudian menjadi Ketua Pelaksana Formula E di 2021.
2. Riwayat pendidikan dan organisasi

Ahmad Sahroni lahir pada 8 Agustus 1977 di Kebon Bawang, Jakarta Utara. Keluarga yang membesarkannya hidup dari menjual nasi padang. Masih satu wilayah dengan rumahnya, Roni bersekolah di SDN Kebon Bawang 05 Pagi.
Kemudian, dia melanjutkan studinya di SMP Yappenda Jakarta Utara, dan SMA Negeri 114 Jakarta Utara, hingga akhirnya mengambil Jurusan Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Bangsa pada 2003.
Tak berhenti sampai situ, Roni menamatkan gelar magister Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) InterStudi pada 2019, dan menyelesaikan pendidikan doktor dari Universitas Borobudur Jakarta pada 2024.
Selain itu, Roni juga tergabung ke dalam berbagai organisasi yang berkaitan dengan motor. Berikut daftarnya:
Presiden Mclaren Club Indonesia (MCI) (2018)
Ketua Bidang Lembang Kejaksaan (KADIN) (2021)
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) (2021)
Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) (2023)
2. LHKPN menunjukkan Roni punya lebih dari Rp315 miliar

Sahroni pernah menarik perhatian publik lantaran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya dipublikasikan secara terbuka. Berdasarkan data terakhir yang diperbarui pada 31 Desember 2023, Sahroni tercatat memiliki harta kekayaan Rp315.391.429.360 (Rp315,3 miliar).
Hartanya mulai dari aset hingga investasi. Berikut rincian harta kekayaan Ahmad Saroni seperti dilansir ANTARA, Jumat (29/8/2025):
Tanah dan Bangunan - Rp139.264.309.000
Jakarta Utara: Beberapa unit properti dengan luas berkisar 100 m² hingga 208 m², dengan nilai masing-masing antara Rp825 juta hingga Rp3,5 miliar.
Jakarta Pusat: Properti dengan nilai tertinggi mencapai Rp20,9 miliar dan tanah seluas 4,27 m² yang bernilai Rp4,95 miliar.
Jakarta Selatan: Properti mewah dengan nilai mencapai Rp23,18 miliar.
Bali (Badung): Sebuah properti bernilai fantastis, Rp15,95 miliar.
Total seluruh tanah dan bangunan senilai Rp139,2 miliar.
Alat transportasi dan mesin - Rp34.132.000.000
Ada pun mobil dan motor mewah mencapai nilai Rp34,1 miliar.
Ferrari 366 tahun 2012 - Rp2,5 miliar
Porsche 9E3 RS tahun 2016 - Rp6,6 miliar
Tesla X75D tahun 2018 - Rp2,8 miliar
Porsche 911 Sport Classic tahun 2016 - Rp14 miliar
Harley Davidson Road Glide tahun 2022 - Rp1,66 miliar
Koleksi mobil klasik, termasuk Mustang 1967, Mercedes-Benz 560 SEL 1990, dan Volkswagen Beetle 1963.
Harta bergerak lainnya - Rp107.733.500.000
Ahmad Sahroni juga memiliki berbagai aset bergerak lainnya senilai lebih dari Rp107,7 miliar.
Surat berharga - Rp60.000.000
Dia juga tercatat memiliki surat berharga seharga Rp60 juta.
Kas dan setara kas - Rp76.713.750.000
Harta dalam bentuk kas dan setara kas yang dimiliki Ahmad Sahroni mencapai Rp76,7 miliar.
Total harta kekayaan Ahmad Sahroni mencapai Rp357,9 miliar sebelum dikurangi utang, yang total mencapai Rp42,5 miliar. Total kekayaan bersih Ahmad Sahroni sebesar Rp315,3 miliar.