Jemaah Keluhkan CFD Rasuna Said, Pramono Imbau Cari Alternatif

- Gubernur DKI Pramono Anung memastikan warga tetap bisa beribadah saat CFD Rasuna Said dengan membuka jalur alternatif meski harus memutar sedikit lebih jauh.
- Sejumlah jemaat gereja mengeluhkan penutupan jalan saat CFD karena membuat mereka harus berangkat lebih awal, terutama bagi yang membawa lansia atau datang dari jarak jauh.
- Jemaat mengusulkan agar CFD di Rasuna Said digelar sebulan sekali saja supaya tidak mengganggu akses menuju rumah ibadah pada hari Minggu.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerinta Provinsi tetap memberikan ruang bagi warga yang hendak beribadah di tengah pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said.
"Untuk Car Free Day yang tadi ada jemaah pukul 09.30. Maka, kenapa kami adakan jam 09.00, karena itu," kata Pramono, Minggu (7/6/2026).
1. Pemprov DKI buka akses

Pramono menjelaskan, warga yang memiliki kegiatan ibadah pada pagi hari tetap dapat menuju rumah ibadah melalui jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah.
"Memang, yang pagi pun sebenarnya masih ada (ibadah), tapi bisa lewat belakang. Jadi, yang lewat belakang yang selama ini kami tutup. Sekarang kami buka, tidak lewat Car Free Day. Memang harus mutar lebih panjang sedikit. Tapi, intinya kami menghormati siapa pun yang akan beribadah," ujar Pramono.
2. Jemaah harus berangkat lebih awal

Sebelumnya seorang warga, Amel, yang merupakan jemaah gereja di kawasan Sudirman-Rasuna Said mendapatkan berbagai keluhan di grup WhatsApp keluarga dan temannya adanya (CFD) di Jalan Rasuna Said.
Dia menilai, kebijakan tersebut menyulitkan jemaah yang hendak mengikuti ibadah Minggu, terutama yang harus menempuh perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dan membawa anggota keluarga lanjut usia.
Amel mengatakan, penutupan jalan pada pagi hari membuat sebagian jemaah harus berangkat lebih awal agar bisa tiba tepat waktu untuk mengikuti ibadah pada 09.30 WIB. Padahal, tidak semua jemaat memiliki kondisi yang memungkinkan untuk berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh.
"Ada yang rumahnya di Lenteng Agung, mau ke gereja Sudirman. Dia harus berangkat, kan, paling jam 08.00 WIB, biar sampai di gereja jam 09.00 WIB. Karena enggak mungkin suruh naik transum, pakai baju rapi, bawa-bawa Alkitab, kayaknya ini terlalu dipaksakan," kata Amel, Minggu (7/6/2026).
3. CFD Rasuna Said diusulkan sebulan sekali saja

Amel mengaku tidak menolak keberadaan CFD. Namun, dia mengusulkan agar kegiatan tersebut tidak digelar setiap Minggu sehingga tidak mengganggu akses jemaah menuju rumah ibadah. Dia berharap pemerintah mempertimbangkan kebutuhan warga yang hendak beribadah saat mengambil kebijakan terkait CFD di Rasuna Said.
"Sebenarnya, kalau bisa sebulan sekali gak apa-apa. Kasihan kami yang mau ibadah tuh susah banget. Apalagi yang di Rasuna Said itu kan banyak banget gereja-gereja di sini. Ada jalan lain gak sih? Sedikit jalan lain dan gak sempat memutar. Jalan ini kan udah diperluas juga, diperindah. Gak perlu harus buat CFD," kata Amel.
















