Pindad Disiapkan Jadi Produsen Mobil Nasional, Pabriknya di Subang

- Pemerintah menunjuk PT Pindad sebagai produsen mobil nasional yang akan fokus pada produksi mobil, sementara proyek motor listrik ditangani pihak lain dan diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo.
- Pabrik mobil nasional berlokasi di Subang dengan target awal 50 ribu unit per tahun pada 2028, serta pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi seluas 539 hektare untuk jangka panjang.
- Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan akses tol menuju kawasan industri otomotif Subang melalui Jalan Tol Akses Patimban dan sementara menggunakan jalur Tol Cikampek–Palimanan demi kelancaran logistik.
Jakarta, IDN Times - Rencana pemerintah untuk membuat mobil nasional terus ditindaklanjuti. Hal itu dengan menunjuk PT Pindad (Persero) sebagai pihak yang memproduksi mobil nasional.
Direktur Utama PT Pindad (Persero) yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Danantara Development Management Fund, Sigit Puji Santoso memastikan perusahaan pelat merah itu hanya fokus untuk memproduksi mobnas. Mereka tak ikut menggarap proyek pembuatan motor listrik.
"Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada penugasan yang lain," ungkap Sigit di Istana Kepresidenan pada Kamis (23/7/2026).
Ia juga menyebut motor listrik nasional akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Namun, ia enggan membeberkan detail lebih lanjut sebab semua informasi akan disampaikan langsung oleh Prabowo.
"Nanti itu akan diumumkan oleh Bapak (Presiden Prabowo) tanggal 13," tutur dia.
1. Kendaraan motor listrik akan hadir dengan merek baru

Lebih lanjut ketika ditanyakan apakah motor listrik nasional yang diluncurkan dalam waktu dekat bakal menggunakan merek yang sudah ada, Sigit menepisnya. Kendaraan roda dua itu akan hadir dengan merek baru yang dikembangkan oleh tenaga terampil di dalam negeri.
"Gak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," kata Sigit.
Dalam kesempatan itu, Sigit kembali menegaskan Pindad bukan pihak yang bertanggung jawab memproduksi motor listrik nasional. Pemerintah bakal mengumumkan pihak yang mendapat penugasan resmi ketika proyek itu diluncurkan.
2. Produksi mobil nasional dilakukan PT Pindad di Subang

Sementara, Kementerian Pertahanan turut mengawasi realisasi proyek mobil nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah dua kali dalam dua bulan terakhir mengunjungi pabrik mobnas yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Terakhir ia berkunjung ke sana pada Selasa, 21 Juli 2026 didampingi Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santoso dan Direktur Utama PT LEN Industri, Joga Dharma Setiawan.
Purnawirawan itu mengatakan kawasan di area Subang dirancang sebagai ekosistem manufaktur terpadu untuk mendukung produksi mobil nasional dan motor listrik nasional.
"Di area itu dilengkapi fasilitas baterai, pusat penelitian dan pengembangan, pengujian kendaraan, jaringan logistik kereta api dan berbagai industri pendukung," ungkap Sjafrie di dalam unggahan media sosialnya dan dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Pembangunan itu, kata mantan Pangdam Jaya tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan pasal 33 UUD 1945.
Sementara, dalam kunjungan Sjafrie pertengahan Juni 2026 lalu, Sigit mengatakan perkembangan pembangunan proyek mobnas dibagi ke dalam tiga tahapan pada rentang waktu 2026 hingga 2028.
Sigit menyatakan rencana pengembangan kawasan industri terintegrasi pada tahap awal menargetkan kapasitas produksi hingga 50 ribu unit kendaraan per tahun pada 2028. Sebagai bagian dari visi jangka panjang, kapasitas produksi diharapkan meningkat menjadi 300 ribu unit per tahun.
"Rencana pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi yang pada tahap awal dibangun di atas lahan seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50 ribu unit kendaraan per tahun. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas 539 hektare dengan kapasitas produksi hingga 300 ribu unit per tahun," kata Sigit seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan.
Ia meyakini bila kawasan industri otomotif terintegrasi di Subang resmi berdiri maka bisa menggerakan perekonomian di area Subang dan sekitarnya. Diprediksi proyek itu mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.
3. Menteri PU siapkan akses tol menuju ke kawasan industri otomotif di Subang
Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal membangun akses keluar (exit) tol menuju kawasan industri kendaraan nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Exit tol itu akan menghubungkan Kawasan Instalasi Strategis Nasional yang menjadi lokasi produksi mobil dan motor listrik PT Pindad (Persero).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kawasan industri tersebut nantinya terhubung dengan Jalan Tol Akses Patimban. Selama akses itu belum selesai, kendaraan akan menggunakan akses sementara melalui Jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cipali).
"Untuk kawasan industri Subang, dukungan itu diwujudkan melalui konektivitas Jalan Tol Akses Patimban, dan akses sementara pada Jalan Tol Cikampek–Palimanan," ungkap Dody dalam keterangannya, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Sementara, Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa mengatakan akses tol dibutuhkan untuk memudahkan distribusi logistik menuju kawasan industri tersebut. Pihaknya telah memaparkan kebutuhan itu kepada Kementerian PU dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Kami mengundang Bapak Menteri PU bersama Kepala BPJT dalam rangka mempresentasikan kita memerlukan akses tol," ujarnya.














