Kala Menhaj Icip Makanan untuk Jemaah Haji 2026

- Cita rasa Nusantara akan tetap dirasakan jemaah haji.
- Cita rasa Nusantara dihadirkan agar jamaah haji tetap bisa makan.
- Makanan untuk jemaah haji harus penuhi standar gizi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf, mencoba makanan yang nantinya akan disajikan untuk jemaah haji 2026. Momen itu terekam dalam acara uji cita rasa Nusantara ready to eat (RTE), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Sejumlah makanan juga dicicipi oleh Menhaj. Sejumlah vendor juga turut menjelaskan kandungan makanan kepada Irfan Yusuf.
"Kami berusaha menghadirkan berbagai makanan seperti yang sudah dilihat tadi, ada nasi, ada bumbu. Kita upayakan bahan-bahan, kalau mungkin beras atau yang lainnya, bisa masuk ke Saudi sebagai bahan makanan negara kita," ujar Irfan Yusuf.
1. Cita rasa Nusantara akan tetap dirasakan jemaah haji

Irfan mengatakan, berdasarkan masukan dari berbagai pihak, jemaah haji berharap masakan cita rasa Nusantara akan tetap tersaji selama penyelenggaraan ibadah haji.
"Oleh karena itu kita hadirkan hari ini, cita rasa nusantara untuk jemaah kita. Semuanya dalam rangka untuk memberikan cita rasa Indonesia kepada jamaat kita, itu juga terkait dengan makanan," kata dia.
2. Cita rasa Nusantara dihadirkan agar jamaah haji tetap bisa makan

Irfan mengatakan, alasan cita rasa Nusantara dihadirkan di Saudi bertujuan agar jemaah tetap bisa makan. Sebab, mayoritas jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci, tidak terbiasa mengonsumsi kuliner selain yang biasa dimakan sehari-hari.
"Karena kami sadar, kita sadar bahwa makanan menjadi salah satu penunjang kesehatan para jamaat kita, di mana pelaksanaan ibadah haji memerlukan fisik yang kuat dan sehat, sehingga makanan sangat berpengaruh kepada jamaat kita," ucap dia.
3. Makanan untuk jemaah haji harus penuhi standar gizi

Dalam kesempatan itu, Menhaj menegaskan, makanan untuk jemaah haji harus memenuhi standar gizi. Sehingga, bisa menunjang kesehatan jemaah selama di Tanah Suci.
"Tentu ada jumlah, gramasi, tentu ada kualitas gizi juga kita (lindungi), itu menjadi perlindungan kita. Kita upayakan semua bahan dari Indonesia, kita masih bekerja keras supaya beras bisa masuk ke sana, dan itu gak mudah," imbuhnya.



.jpg)















