Profil Fadia A Rafiq, Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK

- KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq dalam OTT di Jawa Tengah, menyegel sejumlah kantor Pemkab, dan membawanya ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif.
- Fadia dikenal sebagai mantan penyanyi dangdut yang beralih ke politik, pernah menjabat Wakil Bupati, Ketua Golkar Pekalongan, hingga dua periode menjadi Bupati Pekalongan.
- Laporan LHKPN 2025 mencatat kekayaan Fadia mencapai Rp85,6 miliar, didominasi aset properti di berbagai daerah seperti Pekalongan, Jakarta, Semarang, dan Badung.
Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah. Kali ini, Bupati Pekalongan, Fadia A Rafiq, menjadi salah satu pihak yang ditangkap tim penyidik dalam kegiatan penyelidikan tertutup yang berlangsung di wilayah Kabupaten Pekalongan pada Selasa (3/3/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut. Dalam OTT itu, KPK turut menyegel sejumlah kantor di lingkungan Pemkab Pekalongan, di antaranya ruang kerja bupati, ruang Sekda, Dinas Koperasi UKM, Dinperkim LH, DPU dan Taru, serta beberapa kantor lainnya.
Fadia langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penangkapan ini menjadi OTT ketiga yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026.
Berikut adalah profil lengkap Fadia A Rafiq, mulai dari latar belakang pendidikan, jejak karier, hingga laporan harta kekayaannya!
Table of Content
1. Latar pendidikan Fadia A Rafiq yang tempuh S3 di UNTAG Semarang

Mengutip laman resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan (PROKOMPIM) Kabupaten Pekalongan, Fadia lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama Laila Fatihah. Dia merupakan anak dari penyanyi dangdut kenamaan A. Rafiq, dia tercatat menikah dengan M. Ashraff Abu.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur. Setelah lulus SMA, dia meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas AKI Semarang, lalu melanjutkan ke pendidikan magister Manajemen di Universitas Stikubank Semarang. Kemudian, Fadia menlanjutkan pendidikannya dengan menempuh program doktoral (S3) di UNTAG Semarang.
2. Jejak karier Fadia A Rafiq dari penyanyi dangdut sampai jadi bupati

Sebelum berkarier di dunia politik, Fadia sempat dikenal sebagai penyanyi dangdut cilik. Pada tahun 2000, dia merilis sebuah lagu berjudul 'Cik Cik Bum' yang cukup populer pada masanya.
Karier politiknya dimulai ketika dia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono. Selanjutnya, dia dipercaya memimpin Partai Golkar di tingkat kabupaten sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan periode 2016–2021. Pada periode yang sama, dia juga menjabat sebagai Ketua KNPI Jawa Tengah.
Pada tahun 2021, Fadia berhasil terpilih sebagai Bupati Pekalongan berpasangan dengan Riswadi untuk masa jabatan 2021–2025. Dia kembali terpilih untuk periode kedua pada Pilkada 2024 dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030, kali ini berpasangan dengan Sukirman.
Selama menjabat sebagai bupati, Fadia menginisiasi sejumlah program unggulan. Salah satunya adalah program infrastruktur "Dalan Alus Rejeki Mulus" yang fokus pada percepatan pembangunan jalan di Kabupaten Pekalongan. Program lainnya adalah "Kudu Sekolah," yang berhasil menekan angka anak putus sekolah dengan mengajak 2.800 anak kembali bersekolah. Program ini sempat menjadi sorotan dalam dialog antara Fadia dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Maret 2023. Selain itu, ada pula program kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP serta bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP.
3. Harta Kekayaan Fadia A Rafiq capai Rp85,6 miliar.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 30 Maret 2025 dan dirilis untuk publik pada 27 Juni 2025, Fadia A Rafiq mencatatkan total kekayaan sebesar Rp85.623.500.000 (Rp85,6 miliar).
Porsi terbesar dari kekayaan tersebut berasal dari aset properti senilai Rp74.290.000.000. Aset ini berupa puluhan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Pekalongan, Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Depok, Semarang, hingga Badung. Selain properti, kekayaannya juga bersumber dari alat transportasi dan harta bergerak lainnya.
Meski memiliki kekayaan mencapai puluhan miliar rupiah, posisi Fadia saat ini tergeser dari predikat kepala daerah terkaya di Jawa Tengah. Posisi tersebut kini ditempati oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, yang melaporkan total kekayaan sebesar Rp138.212.342.617.


















