Spanyol Larang AS Pakai Pangkalan Militernya untuk Serang Iran

- Pemerintah Spanyol resmi menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi serangan ke Iran, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.
- Penolakan tersebut membuat sekitar 15 pesawat militer AS meninggalkan pangkalan Rota dan Moron di Spanyol menuju berbagai lokasi lain di Eropa.
- PM Pedro Sanchez menegaskan sikap anti-intervensi, menyebut serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan berbahaya yang melanggar hukum internasional serta mengancam stabilitas global.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Spanyol, pada Senin (2/3/2026), melarang izin kepada Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi serangan ke Iran. Keputusan ini diumumkan menyusul serangan militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel ke wilayah Iran sejak akhir pekan lalu.
Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai intervensi militer yang tidak dapat dibenarkan. Langkah Madrid menjadikan mereka sebagai salah satu negara Eropa yang secara terbuka menentang operasi militer AS di Timur Tengah.
1. Pesawat militer AS tinggalkan Spanyol

Penolakan Spanyol langsung memicu pergerakan aset militer Washington di negara tersebut. Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24, setidaknya 15 pesawat militer AS telah meninggalkan Spanyol. Pesawat-pesawat itu sebelumnya bersiaga di pangkalan udara Rota dan Moron yang berlokasi di wilayah selatan Spanyol.
Sebagian besar dari armada yang dipindahkan tersebut adalah pesawat pengisi bahan bakar udara berjenis Boeing KC-135 Stratotanker. Pesawat jenis ini memiliki peran krusial dalam memasok bahan bakar dan mendukung operasi tempur pesawat jarak jauh milik AS.
Data pelacakan menunjukkan pergerakan armada militer AS menuju berbagai lokasi lain di Eropa. Sedikitnya tujuh pesawat AS terpantau mendarat di Pangkalan Udara Ramstein yang berada di Jerman. Selain itu, dua penerbangan lain yang berangkat dari pangkalan Rota mengarah ke wilayah selatan Prancis.
Sementara itu, empat penerbangan lain yang juga bertolak dari Rota tidak diketahui pasti rute akhirnya. Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menjelaskan bahwa pesawat-pesawat tersebut sebelumnya memang ditempatkan secara permanen di negaranya.
2. Alasan Spanyol tolak bantu operasi militer AS

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan bahwa fasilitas militer gabungan tersebut tetap berada di bawah kedaulatan penuh negaranya. Penggunaannya oleh pasukan asing juga harus mematuhi perjanjian bilateral tahun 1953 dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Pangkalan militer Spanyol tidak akan digunakan untuk hal apa pun yang berada di luar kesepakatan dengan AS dan Piagam PBB," tutur Albares, dilansir The New York Times.
Meskipun melarang aktivitas tempur, Robles memberikan sedikit pengecualian. Pangkalan militer di wilayah kedaulatan Spanyol kemungkinan masih bisa digunakan oleh militer AS di masa mendatang hanya jika menyangkut tujuan kemanusiaan.
3. PM Spanyol kritik operasi militer AS di Timur Tengah

Penolakan Spanyol sejalan dengan retorika tajam PM Pedro Sanchez sejak awal eskalasi konflik. Ia kerap mengkritik tindakan sepihak yang dilakukan oleh AS dan Israel di kawasan Timur Tengah. Saat berpidato di Barcelona pada Minggu, Sanchez kembali menyuarakan penolakannya terhadap perang. Ia menegaskan bahwa intervensi militer ke Iran sangat berbahaya, membuat dunia tidak stabil, dan tidak sesuai dengan hukum internasional.
"Hari ini, lebih dari sebelumnya, sangat penting untuk mengingat bahwa Anda bisa saja menentang rezim yang penuh kebencian, dan pada saat yang sama, menentang intervensi militer yang tidak dapat dibenarkan serta berbahaya yang berada di luar hukum internasional," ungkap Sanchez, dilansir The Guardian.
Sikap Sanchez berbeda dari sejumlah pemimpin Eropa lain yang cenderung menghindari gesekan dengan Washington. Salah satu contohnya adalah Inggris yang sempat menolak, tapi akhirnya memberikan izin penggunaan pangkalan bagi AS dengan alasan pertahanan kolektif.


















