Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemen PPPA Apresiasi Peningkatan Jumlah Petugas Haji Perempuan

WhatsApp Image 2026-01-14 at 1.44.50 PM (1).jpeg
Gus Irfan (Mentri Haji dan Umrah RI) melakukan inspeksi mendadak ke asrama-asrama tempat peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 menginap (IDN Times/Yogie Fadila)
Intinya sih...
  • Meskipun belum mencapai target ideal 50 persen, angka 33 persen saat ini dianggap sebagai pencapaian luar biasa.
  • Fokus pada layanan dan kebutuhan spesifik jemaah perempuan, seperti masalah reproduksi dan sanitasi.
  • Mewujudkan haji yang ramah perempuan dan lansia adalah cerminan dari bangsa yang beradab.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyambut baik peningkatan signifikan jumlah petugas haji perempuan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Tercatat, kuota petugas perempuan tahun ini mencapai 33 persen, angka tertinggi dalam sejarah perhajian Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi usai memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/01/2026).

1. Hasil evaluasi Haji 2025

Menteri PPPA Arifah Fauzi usai memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/01/2026).
Menteri PPPA Arifah Fauzi usai memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/01/2026).

Menteri PPPA mengungkapkan, dorongan penambahan personel perempuan ini berangkat dari evaluasinya saat menjabat sebagai Amirul Hajj pada tahun 2025. Kala itu, ia mencatat ketimpangan rasio antara jumlah jemaah perempuan—khususnya lansia—dengan ketersediaan petugas perempuan yang melayani.

"Waktu itu saya menawar mintanya 50 persen, tapi nampaknya belum bisa dipenuhi. Padahal kalau kita lihat, jumlah jemaah haji perempuan sekarang ada di angka 55,4 persen," ungkap Menteri PPPA.

Kendati belum mencapai target ideal 50 persen, ia menilai angka 33 persen saat ini sebagai pencapaian luar biasa yang patut disyukuri. Peningkatan ini merupakan hasil diskusi panjang dengan kementerian terkait, yang kini telah bertransformasi menjadi Kementerian Haji dan Umrah.

2. Fakus pada layanan dan kebutuhan spesifik

Jemaah haji lansia antusiasme ikut senam pagi di hotel Syisah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (31/5/2025). (Media Center Haji 2025)
Jemaah haji lansia antusiasme ikut senam pagi di hotel Syisah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (31/5/2025). (Media Center Haji 2025)

Kepada para petugas perempuan, Menteri menitipkan pesan khusus agar bekerja dengan hati dan mengedepankan empati. Ia menekankan bahwa ada kebutuhan spesifik jemaah perempuan yang tidak bisa ditangani oleh petugas laki-laki, seperti masalah reproduksi dan sanitasi.

Selain itu, Menteri juga memberikan masukan teknis terkait pengaturan kamar bagi jemaah. Ia menyarankan agar jemaah lansia tidak ditempatkan dalam satu kamar yang sama, melainkan dicampur dengan jemaah yang lebih muda.

"Kami mengusulkan jangan semuanya lansia sekamar. Harus ada yang muda supaya bisa saling membantu. Tahun lalu ada kejadian satu kamar isinya lansia semua, akhirnya ada yang tidak bisa menahan buang air, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Persiapan logistik seperti pembalut dan popok dewasa (pampers) juga menjadi sorotan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan jemaah selama di Tanah Suci.

3. Cerminan bangsa beradab

Jemaah haji lansia 2024 (dok. MCH)
Jemaah haji lansia 2024 (dok. MCH)

Menutup keterangannya, Menteri PPPA menegaskan bahwa mewujudkan haji yang ramah perempuan dan lansia adalah cerminan dari bangsa yang beradab.

Menurutnya, pemerintah harus hadir total mengingat tantangan geografis dan cuaca di Arab Saudi yang jauh berbeda dengan Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in News

See More

Arab Saudi Tak Izinkan Wilayahnya Digunakan untuk Serang Iran

29 Jan 2026, 08:09 WIBNews