Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenag Ingin Perkuat Guru Bahasa Inggris di Madrasah

Kemenag Ingin Perkuat Guru Bahasa Inggris di Madrasah
(ki-ka) Prof. Dr. H. Suyitno, M. Ag (Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI), Seema Malhotra MP (UK Minister) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI), Summer Xia (Country Director Indonesia and Director Southeast Asia, British Council), Dominic Jermey CVO, OBE (Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste) menjalin kolaborasi peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris madrasah, di Kementerian Agama, Jakarta. (Dok. British Council)
Intinya Sih
  • Kemenag RI bekerja sama dengan British Council untuk meningkatkan kompetensi guru bahasa Inggris madrasah, sebagai langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan global dan memperluas akses siswa ke jejaring internasional.
  • Program diawali dengan pemetaan kemampuan guru serta pelatihan daring delapan minggu yang diikuti 613 peserta dari berbagai provinsi, menghasilkan data objektif untuk pengembangan kebijakan pendidikan selanjutnya.
  • Dampak positif mulai terlihat di kelas, dengan metode pembelajaran lebih interaktif dan peningkatan kepercayaan diri guru dalam berbahasa Inggris, menjadi fondasi bagi perluasan program nasional ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk pertama kalinya menjalin kolaborasi dengan British Council guna memperkuat kompetensi guru bahasa Inggris di madrasah. Dari total 41.833 guru madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia, penguatan kualitas dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan global. Kemampuan bahasa Inggris kini dipandang sebagai kompetensi penting untuk membuka akses siswa madrasah ke pendidikan tinggi dan jejaring internasional.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada November 2025 dan menjadi awal pelaksanaan program pengembangan profesional guru selama delapan minggu, yang ditutup dengan lokakarya tatap muka di Jakarta pada akhir Februari 2026.

1. Dukung kemitraan strategis Indonesia–Inggris

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. (Dok. British Council)
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. (Dok. British Council)

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengatakan, kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam mewujudkan Asta Protas Kemenag sekaligus mendukung Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris.

“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret mewujudkan Asta Protas Kemenag. Selain itu, juga mendukung kesepakatan dalam Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari 2026 lalu, yang mana pendidikan menjadi salah satu pilar utama kerja sama,” kata Nasaruddin dikutip dari siaran pers, Selasa (3/3/2026).

Dia mengatakan, guru madrasah memiliki peran strategis, tidak hanya membentuk generasi muslim dengan fondasi agama yang kokoh, tetapi juga membuka akses siswa terhadap pendidikan tinggi dan jejaring global. Oleh karena itu, kesiapan guru perlu selaras dengan dinamika pendidikan internasional.

2. Awali dengan pemetaan dan program percontohan

Country Director Indonesia and Director Southeast Asia British Council, Summer Xia. (Dok. British Council)
Country Director Indonesia and Director Southeast Asia British Council, Summer Xia. (Dok. British Council)

Kolaborasi antara Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag dan British Council diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik serta kemahiran bahasa Inggris guru MTs dan MA. Selain itu, dilaksanakan program percontohan Continuing Professional Development (CPD) sebagai fondasi pengembangan ke depan.

Country Director Indonesia and Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, memaparkan capaian pelatihan tersebut.

“Sebanyak 613 guru yang tersebar merata di hampir seluruh provinsi di Indonesia kini telah menyelesaikan program ini. Dengan menghadirkan pelatihan secara daring dalam format yang terstruktur dan didukung secara menyeluruh, serta diperkuat oleh e-moderator dan sesi langsung mingguan, kami memastikan bahwa pengembangan profesional berkualitas tinggi dapat diakses oleh para pendidik di mana pun mereka berada,” kata dia.

Pendekatan berbasis data ini memberikan gambaran kebutuhan pengembangan guru secara lebih objektif dan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan kebijakan selanjutnya.

3. Dampaknya mulai terasa di ruang kelas

Kementerian Agama RI menjalin kolaborasi dengan British Council guna memperkuat kompetensi guru Bahasa Inggris di madrasah. (Dok. British Council)
Kementerian Agama RI menjalin kolaborasi dengan British Council guna memperkuat kompetensi guru Bahasa Inggris di madrasah. (Dok. British Council)

Selama delapan minggu pelaksanaan, perubahan mulai terlihat dalam praktik pembelajaran. Guru mengadopsi pendekatan yang lebih berpusat pada siswa dan menciptakan interaksi kelas yang lebih aktif. Kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris juga meningkat dan berdampak pada partisipasi siswa.

Ni’Matus Zahroh, guru Bahasa Inggris dari MTsN 15 Jombang, membagikan pengalamannya.

“Kesempatan pengembangan diri bagi pendidik di madrasah belum banyak. Melalui program ini, guru bahasa Inggris di madrasah bisa memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi murid dan menginspirasi untuk terus belajar demi menghasilkan generasi yang beriman dan berakal,” ujarnya.

Sebagai program percontohan, inisiatif ini menjadi fondasi untuk pengembangan yang lebih luas. Meski jumlah peserta masih sebagian kecil dari kebutuhan nasional, model yang telah diuji membuka ruang untuk ekspansi dan penguatan berkelanjutan.

“Progres dalam skala seperti ini hanya dapat terwujud ketika seluruh mitra memiliki komitmen yang sama untuk membangun sistem pendidikan yang terukur, berdampak, dan siap untuk diadopsi secara nasional. Melalui kolaborasi ini, British Council berkomitmen untuk memperkuat kapasitas, mempercepat transfer pengetahuan, serta memastikan solusi yang tidak hanya efektif saat ini, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Summer Xia.

British Council merupakan organisasi internasional Inggris untuk hubungan budaya dan peluang pendidikan yang bekerja di lebih dari 200 negara dan wilayah, serta sepanjang 2024–2025 telah menjangkau 600 juta orang melalui program seni dan budaya, pendidikan, dan Bahasa Inggris.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More