Kemenhaj Mulai Latih Petugas Haji, Ada Tutor Bahasa Arab-Ramah Perempuan

- Ada pelatihan bahasa Arab dasar untuk PPIH agar bisa komplain jika ada kekurangan akomodasi di Arab Saudi.
- Pelatihan haji ramah perempuan dan lansia disediakan karena mayoritas jemaah haji 2026 adalah perempuan.
- Pendidikan dan pelatihan PPIH semi militer bertujuan agar bisa bekerja secara profesional dan disiplin dalam menjaga jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar pendidikan dan pelatihan untuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf mengatakan, pelatihan itu digelar di Asrama Haji selama 20 hari, mulai dari 10 hingga 30 Januari 2026.
"Selama 20 hari mereka dilatih, dibina, dididik, tetap terkait kedisiplinan, penempaan fisik, pengetahuan tentang haji dan berbagai hal terkait dengan haji. Dan yang lebih penting lagi, setelah di sini mereka sudah tahu, mereka akan dibagi tugas di mana, posisinya di mana, posnya, kepala posnya siapa, temannya dan sebagainya," ujar Irfan.
1. Ada pelatihan bahasa Arab dasar

Irfan menjelaskan, salah satu pelatihan yang diberikan kepada PPIH adalah Bahasa Arab dasar. Tujuannya, agar para PPIH ketika ada kekurangan dari penyedia akomodasi di Arab Saudi, bisa langsung komplain.
"Kemudian juga kita terkait dengan bahasa Arab. Salah satu kendala kemarin adalah ketika kita kurang bahasa Arabnya, kita berikan bahasa Arab dalam 22 hari ini ditambah online berikutnya," ucap dia.
2. Ada juga pelatihan untuk haji ramah perempuan dan lansia

Selain itu, PPIH juga dilatih untuk haji ramah perempuan dan lansia. Sebab, pada 2026 mayoritas jemaah haji adalah perempuan.
"Untuk ramah perempuan ada tutor khusus, untuk ramah lansia ada tutor khusus," kata dia.
3. Pendidikan dan pelatihan PPIH semi militer

Dalam kesempatan itu, Irfan juga membenarkan pendidikan dan pelatihan PPIH 2026 semi militer. Tujuannya, agar PPIH bisa bekerja secara profesional dan disiplin dalam menjaga dan melindungi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
"Iya, memang kita berharap kedisiplinan, keselamatan fisik dari peserta memang diperlukan," imbuhnya.


















