Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada! Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Imbas Bibit Siklon Tropis

Waspada! Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Imbas Bibit Siklon Tropis
Ilustrasi cuaca ekstrem (IDN Times/Rochmanudin)
Intinya Sih
  • BMKG mengidentifikasi tiga bibit siklon tropis, yaitu 90S, 93S, dan 92P, yang berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
  • Bibit Siklon 90S berpeluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam, sementara dua lainnya tetap berdampak tidak langsung terhadap kondisi atmosfer dan perairan nasional.
  • BMKG mengimbau masyarakat serta nelayan waspada terhadap potensi hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut hingga empat meter di sejumlah provinsi serta perairan selatan Indonesia.
  • Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
    Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, imbas kemunculan tiga bibit siklon tropis. Keberadaan fenomena ini memicu potensi peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga pukul 07.00 WIB, ketiga sistem yang saat ini aktif adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan. BMKG memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks)," kata Faisal dikutip dari keterangan pers, Selasa (3/3/2026).

1. Perkembangan tiga bibit siklon tropis dan dampak tidak langsungnya

Waspada! Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Imbas Bibit Siklon Tropis
BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia (dok. BMKG)

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan berdasarkan hasil analisis terkini, Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 48 jam ke depan, terhitung sejak Selasa (3/3/2026).

Sementara, dua bibit lainnya, yakni 93S dan 92P, memiliki peluang rendah untuk tumbuh. Meskipun demikian, keseluruhan sistem ini tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

“Kemunculan ketiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan, serta memicu pemusatan massa udara,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi ini diperkuat suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin atau konfluensi di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Rangkaian faktor inilah yang kemudian memicu peningkatan potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah.

2. Potensi hujan deras dan angin kencang di berbagai provinsi

Waspada! Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Imbas Bibit Siklon Tropis
Ilustrasi hujan (IDN Times/Ayu Afria)

Dari aktifnya sistem dinamika atmosfer ini, BMKG menyatakan, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang perlu diwaspadai. Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Sementara, wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang antara lain Bali, DI Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan pesisir selatan Papua Selatan.

3. Potensi ketinggian gelombang laut yang perlu diantisipasi

Waspada! Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Imbas Bibit Siklon Tropis
Gelombang tinggi menghantam pesisir, masyarakat diimbau waspada saat melakukan perjalanan laut selama periode Nataru. (Dok. Pribadi)

Tak hanya itu, Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Meteorologi Publik, Ida Pramuwardani, mengatakan peningkatan kecepatan angin di sekitar sistem turut berdampak pada kondisi perairan.

Menurutnya, masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, perlu mewaspadai potensi peningkatan tinggi gelombang kategori sedang hingga tinggi. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Sementara, potensi gelombang yang lebih tinggi lagi, yakni berkisar 2,5 hingga 4 meter, juga perlu diantisipasi. Gelombang tinggi ini berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, perairan selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

“BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara intensif dan memperbarui informasi perkembangan sistem tersebut secara berkala,” ujar Ida.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More