Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemuda Masjid Dunia Minta RI-OKI Redam Konflik Timur Tengah Meluas

Pemuda Masjid Dunia Minta RI-OKI Redam Konflik Timur Tengah Meluas
Pemuda Masjid Dunia bersama Bilal Necmeddin Bilal Erdogan (dok. Pemuda Masjid Dunia)
Intinya Sih
  • Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, mendesak Indonesia dan OKI mengambil langkah nyata untuk mencegah meluasnya konflik Timur Tengah usai serangan gabungan AS-Israel ke Teheran.
  • Said menilai serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran itu mencederai nilai kemanusiaan, apalagi terjadi di bulan Ramadan, serta berpotensi mengguncang stabilitas global dan ekonomi dunia.
  • Ia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, menyerukan dialog damai sebagai solusi dibanding penggunaan kekuatan militer yang memicu korban sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, meminta Indonesia dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil langkah konkret untuk mencegah konflik di Timur Tengah meluas, menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, Sabtu, 28 Februari 2026.

Said menilai, eskalasi ini berpotensi menyeret lebih banyak negara ke pusaran konflik terbuka, dan mengguncang stabilitas global, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi.

1. Jalur diplomasi perlu diintensifkan

Pemuda Masjid Dunia Minta RI-OKI Redam Konflik Timur Tengah Meluas
Prabowo membuka secara resmi Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (Parliamentary Union of the OIC Member States/PUIC) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025). (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)

Said meminta jalur diplomasi diintensifkan melalui OKI dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mencegah konflik semakin meluas.

“Jika konflik ini terus bereskalasi, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global—termasuk terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan internasional,” katanya.

Said berharap tragedi ini menjadi momentum refleksi global untuk menata ulang arsitektur keamanan internasional, agar lebih adil dan berorientasi pada perlindungan manusia, bukan sekadar kepentingan geopolitik.

2. Mencederai nilai kemanusiaan

Pemuda Masjid Dunia Minta RI-OKI Redam Konflik Timur Tengah Meluas
ilustrasi perang (IDN Times/Aditya Pratama)

Said mengecam keras serangan yang terjadi bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H. Menurutnya, serangan tersebut bukan hanya menyasar simbol kepemimpinan sebuah negara berdaulat, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Ini tindakan yang mengancam fondasi perdamaian dunia. Apalagi dilakukan di bulan yang disucikan umat Islam,” ujarnya.

Said juga menyinggung peran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dinilai telah melanggar kedaulatan wilayah negara lain, serta memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Menurut Said, pembunuhan terhadap seorang pemimpin negara melalui serangan militer terbuka, berpotensi menjadi preseden berbahaya dalam tata hubungan internasional.

3. Melanggar prinsip hukum internasional

Pemuda Masjid Dunia Minta RI-OKI Redam Konflik Timur Tengah Meluas
ilustrasi perang (IDN Times/Aditya Pratama)

Usai bertemu Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Said menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara. Ia menyebut tindakan militer sepihak sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip hukum internasional dan Piagam PBB.

“Apapun dalihnya, penggunaan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia harus mengedepankan dialog, bukan dominasi militer,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak kemanusiaan dari serangan tersebut. Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, kerusakan tidak hanya terjadi pada fasilitas militer, tetapi juga di sejumlah wilayah strategis di Iran, termasuk Teheran. Korban sipil dilaporkan berjatuhan dan ribuan warga mengungsi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More