Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenhut Optimalkan OMC Tekan Karhutla di Riau, Kalbar dan Kalteng
Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kemenhut mengoptimalkan peluang pertumbuhan awan untuk memperkuat OMC dalam penanganan karhutla di Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
  • BMKG mencatat kenaikan titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, serta indikasi asap menuju Sarawak.
  • Kemenhut berkoordinasi dengan BMKG, memantau peluang cuaca, dan mengimbau masyarakat serta korporasi tidak membuka lahan dengan membakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah OMC perlu dioptimalkan untuk penanganan karhutla?
Vote Now
30 juli hingga 22 Agustus

OMC di Riau berlangsung sejak 30 juli hingga 22 Agustus.

11-15 Agustus

Pelaksanaan OMC di Kalimantan Tengah berlangsung pada periode ini.

Rabu (12/8/2026)

Ristianto menyatakan Kemenhut terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu optimal OMC.

per 12 Agustus 2026

Laporan BMKG mencatat peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

13-16 Agustus

Peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

13-17 Agustus

OMC Kalimantan Barat dijadwalkan dengan mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah OMC perlu dioptimalkan untuk penanganan karhutla?
Vote Now
  • What?
    Kemenhut mengoptimalkan peluang pertumbuhan awan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca dalam penanganan karhutla.
  • Who?
    Kementerian Kehutanan, BMKG, dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi.
  • Where?
    OMC dilakukan di Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Asap lintas batas terindikasi dari Kalimantan Barat menuju Sarawak.
  • When?
    OMC Kalimantan Tengah berlangsung 11-15 Agustus, Kalimantan Barat dijadwalkan 13-17 Agustus, dan Riau sejak 30 juli hingga 22 Agustus.
  • Why?
    Peningkatan titik panas dan sebaran asap di sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
  • How?
    Kemenhut berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu optimal pelaksanaan OMC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah OMC perlu dioptimalkan untuk penanganan karhutla?
Vote Now

Kemenhut dan BMKG bekerja bersama melihat awan di langit. Awan itu mau dipakai untuk OMC agar risiko karhutla berkurang. Di Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat ada OMC. Titik panas dan asap di beberapa tempat Kalimantan sedang jadi perhatian. Kemenhut juga meminta orang dan perusahaan tidak membakar lahan.

Kemenhut dan BMKG memakai awan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Titik panas dan asap bertambah di Kalimantan. Asap dari Kalimantan Barat juga terlihat menuju Sarawak. Mereka terus melihat cuaca. Orang dan perusahaan diminta tidak membakar lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah OMC perlu dioptimalkan untuk penanganan karhutla?
Vote Now

Koordinasi Kemenhut dengan BMKG membuka ruang pemanfaatan peluang pertumbuhan awan secara terarah dalam pelaksanaan OMC. Pemantauan titik panas dan sebaran asap juga menjadi dasar perhatian pada wilayah yang membutuhkan penanganan. Imbauan kepada masyarakat dan korporasi turut menegaskan upaya penanganan karhutla melalui pencegahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah OMC perlu dioptimalkan untuk penanganan karhutla?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan peluang pertumbuhan awan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), OMC saat ini dilakukan di Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan koordinasi dengan BMKG menjadi bagian penting dalam menentukan wilayah dan waktu yang dapat dioptimalkan untuk pelaksanaan OMC. 

Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus.

“Untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap,” kata Ristianto, Rabu (12/8/2026).

1. Titik panas di Kalimantan Barat meningkat dari 98 menjadi 136 titik

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Data BMKG menunjukkan titik panas di Kalimantan Barat meningkat dari 98 menjadi 136 titik dibandingkan hari sebelumnya. Sementara di Kalimantan Tengah meningkat dari 29 menjadi 78 titik dan Kalimantan Selatan dari 10 menjadi 31 titik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan.

“Potensi awan yang teridentifikasi akan kami optimalkan untuk mendukung OMC. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menekan risiko karhutla, terutama di wilayah yang saat ini menunjukkan peningkatan titik panas dan asap,” ujarnya.

2. Asap lintas batas terindikasi dari Kalimantan Barat menuju Sarawak

Kabut asap semakin tebal akibat karhutla. (IDN Times/istimewa).

BMKG juga mencatat indikasi asap lintas batas atau transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak.

Pelaksanaan OMC di Kalimantan Tengah berlangsung pada 11-15 Agustus, sedangkan OMC Kalimantan Barat dijadwalkan pada 13-17 Agustus dengan mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan. Sementara OMC di Riau berlangsung sejak 30 juli hingga 22 Agustus.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar setiap peluang cuaca yang mendukung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan karhutla,” kata Ristianto.

3. Kemenhut imbau masyarakat dan korporasi tidak buka lahan dengan membakar

Helikopter pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kemenhut mengimbau masyarakat maupun korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ristianto mengatakan, setiap pelanggaran akan ditindak melalui proses hukum.

“Menurutnya, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran lahan,” kata Ristianto.

Yuk, pilih pendapatmu soal OMC untuk karhutla

Apakah OMC perlu dioptimalkan untuk penanganan karhutla?

See More
Perlu dioptimalkan
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu dioptimalkan

Curated For You

Editorial Team

Related Article