Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenkes: Sebagian Besar Penyakit Lansia Bisa Dicegah Sejak Usia Muda
Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Indonesia Active Ageing Summit 2026 sebagai puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30, Jumat (12/6/2026). (dok. Kementerian Kesehatan RI)
  • Kemenkes menegaskan sebagian besar penyakit lansia seperti hipertensi dan diabetes bisa dicegah sejak muda lewat pola hidup sehat, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
  • Hasil pemeriksaan terhadap 6,8 juta lansia menunjukkan 95 persen kurang aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah tinggi, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan.
  • Pemerintah memperkuat layanan kesehatan ramah lansia dengan memperluas puskesmas berkonsep Integrasi Layanan Primer serta mengembangkan sistem perawatan jangka panjang berbasis keluarga dan komunitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 Juni 2026

Kementerian Kesehatan RI menggelar Indonesia Active Ageing Summit 2026 sebagai puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pentingnya pola hidup sehat sejak usia muda untuk mencegah penyakit lansia.

14 Juni 2026

Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa hipertensi dan diabetes menjadi penyebab utama berbagai penyakit lansia seperti stroke dan gagal ginjal. Ia menekankan perlunya pemeriksaan rutin dan aktivitas fisik sejak usia produktif.

kini

Kemenkes RI memperkuat layanan kesehatan ramah lansia dan sistem perawatan jangka panjang berbasis keluarga serta komunitas. Ribuan puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer, menyediakan layanan perawatan jangka panjang, dan menjadi puskesmas ramah lansia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa sebagian besar penyakit yang dialami lansia dapat dicegah sejak usia muda melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus dan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi.
  • Where?
    Pemaparan dilakukan di Jakarta dalam rangkaian kegiatan Indonesia Active Ageing Summit 2026, puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, dengan keterangan tambahan dari siaran pers yang dirilis Minggu, 14 Juni 2026.
  • Why?
    Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang banyak dialami lansia serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
  • How?
    Kemenkes memperkuat promosi kesehatan, mendorong aktivitas fisik, memperluas layanan ramah lansia di puskesmas, serta mengembangkan sistem perawatan jangka panjang berbasis keluarga dan komunitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bapak Benjamin dari Kementerian Kesehatan bilang orang tua bisa tetap sehat kalau sejak muda hidupnya sehat. Banyak orang tua sakit karena tekanan darah tinggi dan gula. Katanya, banyak yang jarang gerak dan berat badannya berlebih. Sekarang pemerintah mau bantu supaya orang tua bisa aktif, olahraga, dan punya tempat berobat yang ramah lansia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan komitmen kuat Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan pencegahan sejak usia muda. Dengan data kesehatan yang dijadikan dasar kebijakan, pemerintah memperkuat layanan primer dan perawatan jangka panjang berbasis keluarga serta komunitas. Upaya ini menunjukkan langkah nyata menuju lansia yang lebih sehat, aktif, dan mandiri di seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan, sebagian besar penyakit yang dialami lanjut usia (lansia) sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat sejak usia muda

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat, melalui Indonesia Active Ageing Summit 2026 yang menjadi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30, Jumat (12/6/2026). 

Menurut Benjamin, upaya menjaga kesehatan di masa lansia perlu dimulai sejak usia produktif untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular saat memasuki usia lanjut.

1. Banyak penyakit lansia berawal dari hipertensi dan diabetes

ilustrasi diabetes (IDN Times/Novaya Siantita)

Benjamin mengatakan, hipertensi dan diabetes menjadi tantangan besar bagi kesehatan lansia. Menurut dia, banyak kasus stroke dan gagal ginjal yang sebenarnya berawal dari kedua penyakit tersebut. 

“Banyak kasus stroke dan gagal ginjal sebenarnya berawal dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia produktif melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,” kata Benjamin dikutip dari siaran pers, Minggu (14/6/2026).

2. Sebanyak 95 persen lansia masih kurang aktivitas fisik

ilustrasi lansia yang mengikuti senam ringan (pexels.com/Vlada Karpovich)

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sekitar 6,8 juta lansia, menunjukkan sebanyak 95 persen lansia masih kurang melakukan aktivitas fisik.  

Benjamin menekankan aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, dan mempertahankan kemandirian lansia.

Dia juga mendorong masyarakat untuk menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki atau berolahraga rutin.

3. Lebih dari separuh lansia memiliki tekanan darah di atas normal

Petugas Puskesmas (kiri) mengukur tekanan darah ibu hamil di Semarang, Jawa Tengah. Pengukuran tersebut bertujuan untuk melihat kondisi kandungan dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan sebagai langkah pencegahan stunting (IDN Times/Dhana Kencana)

Selain kurang aktivitas fisik, data hasil pemeriksaan kesehatan tersebut juga menunjukkan sebanyak 58 persen lansia memiliki tekanan darah di atas normal. 

Data tersebut menunjukkan masih tingginya faktor risiko penyakit tidak menular pada kelompok usia lanjut yang perlu mendapat perhatian. 

4. Separuh lansia mengalami kelebihan berat badan

Ilustrasi obesitas (IDN Times)

Kemenkes RI juga mencatat sebanyak 51 persen lansia mengalami kelebihan berat badan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 6,8 juta lansia. 

Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperkuat promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada usia lanjut.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri,” ucap Endang.

5. Kemenkes perkuat layanan kesehatan dan perawatan jangka panjang bagi lansia

ilustrasi lansia (IDN Times/Misrohatun)

Selain mendorong penerapan pola hidup sehat, pemerintah juga memperkuat sistem perawatan jangka panjang (long-term care) berbasis keluarga dan komunitas.

Pendekatan tersebut dinilai penting, seiring meningkatnya jumlah lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan di rumah. 

Kemenkes RI juga terus memperluas layanan kesehatan ramah lansia melalui transformasi layanan primer. 

Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup termasuk kelompok lansia, 9.013 puskesmas menyelenggarakan layanan perawatan jangka panjang, dan 7.887 puskesmas telah menjadi puskesmas ramah lansia. 

Editorial Team

Related Article