Pemulihan Banjir Sumatra, Kemenkes Rotasi 3.200 Relawan Tiap Dua Minggu

Beberapa daerah terkendala transportasi, memakan waktu tempuh lama
Empat puskesmas di Aceh lumpuh akibat kerusakan parah dan lumpur tinggi
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengerahkan dan merotasi lebih dari tiga ribu relawan untuk menjaga layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana Sumatra.
Relawan tersebut mencakup 500 tenaga dari Kemenkes. Pengerahan ini didukung oleh sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI.
“Setiap dua minggu kami lakukan rotasi relawan agar pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan pengungsian, tetap berjalan dengan baik,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari keterangan pers, Minggu (4/1/2025).
1. Beberapa daerah masih terkendala transportasi

Menkes Budi mengakui ada beberapa daerah terdampak hanya dapat diakses dengan moda transportasi khusus dan memakan waktu tempuh yang lama.
“Ada daerah yang hanya bisa ditempuh dengan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh sampai enam jam. Ini yang terus menjadi perhatian kami,” kata dia.
2. Empat puskesmas di Aceh masih lumpuh

Sementara, empat puskesmas di Aceh hingga kini belum bisa beroperasi akibat kerusakan parah dan kondisi lumpur yang masih tinggi. Budi menekankan penyelesaiannya memerlukan pendekatan khusus.
“Kalau bisa ada alat berat kecil dan operatornya, kami harap dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” ujar dia.
Kondisi tersebut adalah bagian dari dampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi Sumatra. Bencana tersebut telah mempengaruhi operasional 867 puskesmas. Sebanyak 180 unit di antaranya sempat tidak berfungsi. Selain itu, total 87 rumah sakit terdampak dan 9 unit sempat tidak beroperasi.
3. Seluruh RSUD di lokasi terdampak banjir Sumatra kembali beroperasi

Sebelumnya, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lokasi bencana banjir Sumatra dinyatakan telah kembali beroperasi. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator PMK, Pratikno, dalam rapat koordinasi tingkat menteri, Jumat (2/1/2026).
"Seluruh RSUD di wilayah terdampak saat ini telah kembali beroperasi dan dilakukan mobilisasi relawan-relawan ke wilayah terisolir," ujar Pratikno.



















