Peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ketika berbaris untuk makan siang di Pusdikkes Puskes AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
Rico menjelaskan video tersebut diambil pada Oktober 2025, yang semula dilakukan di Pusat Pendidikan Zeni, Bogor. Selanjutnya latsar militer dipindahkan ke Lawang Gintung. Kedua tempat itu berada di kawasan militer yang sama dan terhubung di Bogor.
Jenderal bintang satu itu menggarisbawahi, peserta yang terekam dalam video tersebut bukan calon manajer Kopdes atau Kampung Nelayan Merah Putih. Rico mengatakan konteks video tersebut merupakan kegiatan Komcad bagi ASN yang memakan waktu 45 hari.
"Peserta di dalam dokumentasi tersebut adalah peserta Komcad ASN dari lingkungan Kemhan. Jadi bukan kegiatan pembekalan SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) calon pengelola Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih atau Kampung Nelayan Merah Putih. Untuk SPPI saat ini pendekatannya sudah disesuaikan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Jadi, bukan komcad lagi," tutur dia.
Perubahan format latsar militer itu dilakukan usai lima calon manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia usai menjalani latsar militer.
IDN Times sempat menanyakan salah satu peserta SPPI di Pusat Pendidikan Kesehatan TNI AD, Kramat Jati, Tiara Novelia, soal materi latsar militer sebelum dilakukan penyesuaian. Ia mengakui sempat mendapat pengenalan senjata ringan. Bahkan, ia pernah diberi kesempatan memegang pistol jenis Glock 19.
"Senjata ringan yang dikenalkan itu Glock 19," kata Tiara kepada IDN Times pada Selasa, 30 Juni 2026.
Tiara juga mengklarifikasi mengenai aktivitas yang viral di media sosial, di mana peserta harus merayap di dalam gorong-gorong. Aktivitas itu semula merupakan bagian dari pengenalan senjata ringan.
"Itu materi kami dari senjata ringan. Kami juga diajarkan cara melawan musuh, sembunyi-sembunyi, merayap. Termasuk cara melawan musuh. Jadi masuk ke dalam gorong-gorong itu bagian dari strategi bersembunyi. Itu di depan paving block," tutur dia.