Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rusia Sebut Ukraina Luncurkan 620 Drone ke Moskow

Rusia Sebut Ukraina Luncurkan 620 Drone ke Moskow
pesawat nirawak (Hezmok Media, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Rusia menyebut Ukraina meluncurkan lebih dari 620 drone ke Moskow; 197 di antaranya dilaporkan dihancurkan. Tiga orang terluka, termasuk anak 10 tahun, serta rumah dan gudang Wildberries rusak.
  • Kedutaan Rusia memperingatkan Inggris soal konsekuensi pasokan drone ke Ukraina, setelah laporan drone dari dua perusahaan Inggris dipakai menyerang target Rusia. London menegaskan dukungan peralatan pertahanan bagi Ukraina.
  • Serangan Rusia di desa wilayah Kharkiv menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 17 lainnya. PBB mencatat 437 warga sipil tewas di Ukraina pada Juli 2026, tertinggi sejak Mei 2022.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pejabat Rusia mengatakan Ukraina meluncurkan lebih dari 620 drone ke ibu kota, Moskow, pada Senin (17/8/2026) malam. Beberapa orang dilaporkan terluka dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan 180 dari 620 drone yang menuju Moskow berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan Rusia antara Senin malam hingga pukul 05.00 pagi pada Selasa (18/8/2026). Sementara itu, 17 drone lainnya ditembak jatuh beberapa waktu kemudian.

Kantor berita pemerintah Rusia, TASS, menyebut rentetan serangan itu sebagai serangan drone terbesar yang menghantam Moskow dalam dua tahun terakhir.

  1. 1. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun mengalami luka-luka

    ilustrasi ledakan (unsplash.com/Stephen Radford)
    ilustrasi ledakan (unsplash.com/Stephen Radford)

    Dalam pernyataan di Telegram, Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyo, mengatakan bahwa serangan drone tersebut mengakibatkan tiga orang terluka, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Dampak paling serius dilaporkan terjadi di distrik Pavlovsky Posad, di mana sebuah rumah habis terbakar.

    Dilansir Al Jazeera, sebuah gudang milik raksasa e-commerce Wildberries di sebelah timur Moskow juga rusak akibat serangan drone. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa kompleks logistiknya mengalami kerusakan ringan setelah puing-puing menghantam dinding bangunan.

    Sejumlah gudang Wildberries telah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Kiev mengklaim bahwa perusahaan yang dikenal sebagai Amazon versi Rusia tersebut memasok komponen untuk drone Rusia.

  2. 2. Rusia beri peringatan ke Inggris terkait pengiriman drone ke Ukraina

    serangan Rusia di Kharkiv
    serangan Rusia di Kharkiv (Dsns.gov.ua, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Pada Selasa, Kedutaan Besar Rusia untuk Inggris memperingatkan London bahwa negara tersebut akan menghadapi konsekuensi karena memasok drone kepada Ukraina. Peringatan tersebut disampaikan menyusul laporan surat kabar The Sunday Times yang menyebutkan bahwa drone buatan dua perusahaan Inggris telah digunakan Ukraina dalam serangan terhadap target di wilayah Rusia.

    “Dengan melakukan hal tersebut, Inggris bertindak sebagai kaki tangan dan turut bertanggung jawab atas kejahatan berdarah serta serangan teroris. Langkah-langkah yang diambil London tidak akan terlepas dari konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkannya,” demikian pernyataan kedutaan yang disampaikan melalui Telegram.

    Menanggapi ancaman tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung Ukraina. Ia mengatakan bahwa Inggris selalu siap menyediakan peralatan yang dibutuhkan Ukraina guna mempertahankan diri dari invasi Rusia.

  3. 3. 10 orang tewas akibat serangan Rusia di wilayah Kharkiv, Ukraina

    serangan Rusia di Kharkiv
    serangan Rusia di Kharkiv (Dsns.gov.ua, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Dilansir The Straits Times, sedikitnya 10 orang tewas akibat serangan Rusia terhadap sebuah desa di wilayah Kharkiv, Ukraina. Sebanyak 17 orang lainnya juga dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.

    “Kami pasti akan merespons serangan Rusia ini. Yang tidak kalah penting, para mitra kami juga melengkapi respons kinetik yang kami lakukan secara sah dengan tindakan mereka sendiri untuk memberikan tekanan terhadap Rusia dan mendukung Ukraina," kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.

    Ukraina dan Rusia telah meningkatkan serangan jarak jauh secara signifikan, mengakibatkan jumlah korban tewas dari kalangan sipil mencapai tingkat tertinggi sejak bulan-bulan pertama perang pada 2022. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 437 warga sipil tewas di Ukraina sepanjang Juli 2026, yang merupakan jumlah korban bulanan tertinggi sejak Mei 2022.

    Sementara itu, otoritas Rusia melaporkan bahwa 79 warga sipil tewas dalam serangan Ukraina sepanjang Juli 2026, meningkat dibandingkan jumlah korban pada bulan sebelumnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More