BNPB: 11.925 unit Rumah Rusak Akibat Gempa NTT

- BNPB mencatat 11.925 rumah rusak akibat gempa di NTT pada 15 Agustus 2026, terdiri dari 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.
- Kerusakan rumah tertinggi dilaporkan terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.
- Gempa menyebabkan 202 korban, termasuk 70 meninggal dan 132 luka-luka, serta memaksa 40.040 jiwa mengungsi; angka pengungsi tidak sama dengan jumlah rumah rusak.
Jakarta, IDN Times — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11.925 unit rumah rusak akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Dari total tersebut, sebanyak 5.516 unit rumah mengalami rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan.
"Dengan daerah dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada" ucap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (18/8/2026)
Sementara terkait jumlah korban sampai saat ini mencapai 202 orang, sebanyak 70 orang meninggal dunia, dan luka-luka 132 orang dengan rincian luka berat sebanyak 40 orang, 92 orang luka ringan.
Berton juga melaporkan sebanyak 40.040 jiwa mengungsi akibat gempa, namun angka pengungsi tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah rumah yang mengalami kerusakan.
"Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan ada 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya," ujar Berton















