Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kronologi Kunaefi Jadi Korban Mutilasi, Ditemukan Dalam Karung di Depok
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
  • Polda Metro Jaya mengidentifikasi korban mutilasi dalam karung di Tanah Merah, Depok, sebagai Kunaefi (51), warga Cipayung, yang sebelumnya dilaporkan hilang istrinya pada 25 Juli 2026.
  • Penemuan bermula ketika warga membakar karung yang dikira sampah pada 4 Agustus 2026; polisi menemukan jenazah tanpa pakaian, tangan terikat, kaki terpotong, dan luka di leher.
  • Polisi menangkap Saepul (26) di Panimbang, Banten; ia mengaku membunuh Kunaefi setelah cekcok di kontrakan Cipayung, lalu memutilasi, membuang jasad, dan menjual motor korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi menemukan korban bernama Kunaefi, 51 tahun, di dalam karung di Depok. Seorang warga melihatnya saat karung terbakar lalu melapor. Istri Kunaefi sudah mencari suaminya karena belum pulang. Polisi menangkap Saepul, 26 tahun, di Banten. Sekarang Saepul diamankan polisi untuk diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap identitas diduga korban mutilasi yang ditemukan dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Pancoran Mas pada Selasa (4/8/2026).

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, korban bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Cipayung, Depok.

“Pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (K) (51), warga Bojong, berhasil dibekuk oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pelaku diketahui bernama Saepul (26),” kata Budi Rabu (5/8/2026).

1. Warga temukan karung berisi mayat

Ilustrasi jenazah ditemukan. (freepik.com/freepik)

Kasus ini bermula saat seorang warga melihat sebuah karung di kawasan Tanah Merah pada Selasa (4/8/2026). Ia mengira karung tersebut berisi sampah dan membakarnya.

“Saat karung mulai terbakar dan sebagian meleleh, ia melihat bagian tubuh manusia di dalamnya. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas,” kata Budi.

Personel Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok pun mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat karung dibuka, korban tanpa mengenakan pakaian.

“Kedua tangannya terikat menggunakan kain berwarna putih, sementara kedua kakinya hilang mulai dari pangkal paha. Polisi juga menemukan luka terbuka pada bagian leher. Jenazah dimasukkan ke dalam karung beras yang dibungkus plastik hitam,” ujarnya.

2. Terduga pelaku berhasil ditangkap

Ilustrasi tersangka (IDN Times/Mardya Shakti)

Korban selanjutnya dievakuasi ke RS Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Istri korban, ternyata pernah melaporkan suaminya yang tidak kunjung pulang sebagai orang hilang ke Polres Metro Depok pada 25 Juli 2026.

“Berbekal hasil identifikasi korban, laporan orang hilang, keterangan para saksi, serta rangkaian penyelidikan, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap Saepul di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten,” ujar Budi.

3. Pelaku dan korban bertemu di kontrakan Cipayung

Ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Mia Amalia)

Berdasarkan pemeriksaan, Saepul mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial sebelum bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026. Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah, sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

“Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang dan menjualnya. Saat ini Saepul telah diamankan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Budi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article