Makan Siang Sederhana Mendagri Bareng Praja IPDN di Aceh Tamiang

- Mendagri Tito Karnavian makan siang bersama praja IPDN di Aceh Tamiang sebagai bentuk apresiasi atas kerja mereka membersihkan lumpur sisa banjir di wilayah tersebut.
- Tito memuji kedisiplinan para praja dari tiga gelombang penugasan yang berhasil menjaga nama baik IPDN tanpa pelanggaran selama membantu rehabilitasi pascabencana.
- Menko PMK Pratikno turut hadir dan memberi motivasi agar para praja terus semangat belajar serta berkontribusi bagi masyarakat dan kemajuan negara.
Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, hadir dalam kegiatan makan siang bersama para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Tito mengapresiasi kinerja praja IPDN yang dinilai berhasil membersihkan lumpur sisa banjir, baik di kompleks perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang maupun di lingkungan permukiman sekitar.
"Jadi, sudah bagus karena adik-adik juga bekerja bagus juga ya," kata Tito dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Ia menyampaikan terima kasih karena para praja, mulai dari penugasan gelombang pertama hingga ketiga tidak melakukan pelanggaran sehingga mampu menjaga nama baik IPDN di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Oleh karena itulah, Bapak Wakil Gubernur memberikan ucapan terima kasih dalam bentuk makan bersama dan juga potong sapi satu khusus untuk praja IPDN," ujarnya.
Kegiatan makan siang berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Mendagri duduk bersama para praja tanpa sekat, berbincang santai sembari menikmati hidangan.
Selain Mendagri, kegiatan makan bersama itu juga diikuti oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.
Para praja tersebut tergabung dalam gelombang ketiga penugasan praja IPDN yang terdiri atas 731 praja pratama atau tingkat satu. Pada penugasan gelombang pertama, fokus utama penanganan adalah pembersihan kawasan perkantoran.
Sementara itu, gelombang kedua memperluas cakupan hingga ke lingkungan masyarakat. Adapun, gelombang ketiga difokuskan pada penanganan lokasi yang masih terdampak berat, terutama akibat endapan lumpur.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno memberikan motivasi kepada para praja IPDN agar terus semangat menjalani proses pendidikan dan pengabdian. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi para praja dalam membantu penanganan pascabencana di Aceh Tamiang.
"(Nanti kalau) kembali ke kampus, belajar, lebih giat lagi. Terus bekerja untuk masyarakat, bekerja untuk kemajuan negara kita," kata Pratikno.


















