Bus Peziarah Terbakar di Irak, 21 Orang Tewas

- Kecelakaan maut terjadi di jalan Nassiriya-Basra saat bus peziarah menabrak truk tangki bahan bakar dan pembatas jalan, menyebabkan kebakaran hebat yang menewaskan 21 orang serta melukai 19 lainnya.
- Tim medis segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, dengan beberapa korban merupakan warga Iran; otoritas meningkatkan status siaga dan melakukan identifikasi jenazah para korban.
- Pemerintah Irak memerintahkan investigasi menyeluruh untuk mengevaluasi keselamatan transportasi publik serta memberikan bantuan sosial dan dukungan psikologis bagi keluarga korban.
Jakarta, IDN Times - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus peziarah terjadi di jalan raya Nassiriya-Basra, Irak bagian selatan, pada Minggu (7/6/2026). Bus tersebut menabrak truk tangki bahan bakar dan pembatas jalan hingga terbakar.
Insiden ini mengakibatkan 21 orang tewas dan 19 penumpang lainnya luka-luka. Pihak berwenang setempat telah mengerahkan tim penyelamat dan saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
1. Bus menabrak truk tangki bahan bakar
Kecelakaan bermula saat bus yang mengangkut rombongan peziarah melintasi jalur bebas hambatan di Distrik Al-Batha, Provinsi Dhi Qar. Saat melaju, kendaraan tersebut dilaporkan hilang kendali.
Bus kemudian menabrak truk tangki bahan bakar dan pembatas jalan. Tabrakan ini menyebabkan bus terbalik dan memicu kebakaran hebat pada badan kendaraan.
Polisi lalu lintas menyebutkan ada dugaan pengemudi bus tertidur sesaat sebelum kejadian. Hal ini membuat tabrakan sulit dihindari di tengah arus lalu lintas yang sedang padat.
"Sebuah bus penumpang yang membawa peziarah Syiah bertabrakan dengan truk bahan bakar, memicu kebakaran yang mengakibatkan sejumlah korban tewas terbakar," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Irak, Saif al-Badr, dilansir Xinhua.
2. Proses evakuasi dan penanganan medis
Tim medis di lapangan langsung mengevakuasi seluruh korban ke beberapa rumah sakit terdekat. Mayoritas korban selamat saat ini sedang menerima perawatan intensif akibat luka bakar.
Laporan dari Kementerian Kesehatan Irak mengonfirmasi bahwa terdapat beberapa warga negara asing asal Iran yang turut menjadi korban dalam insiden lalu lintas ini.
Otoritas rumah sakit langsung meningkatkan status siaga guna memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan dan pelayanan darurat. Sementara itu, tim forensik masih mengidentifikasi jenazah para korban.
"Menjaga nyawa dan keselamatan warga negara adalah tanggung jawab nasional dan prioritas utama," ujar Presiden Irak, Nizar Amedi, dikutip dari Saudi Gazette.
3. Investigasi pemerintah dan evaluasi keselamatan
Merespons kejadian ini, pemerintah Irak memerintahkan kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi standar operasional dan keselamatan transportasi publik nasional.
Pemerintah juga menginstruksikan penyediaan bantuan sosial serta dukungan psikologis bagi pihak keluarga korban yang terdampak.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban dan mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih," kata Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi.
Tingkat kecelakaan lalu lintas di Irak tercatat cukup tinggi setiap tahunnya. Faktor utama yang memengaruhi hal tersebut adalah kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai serta pelanggaran batas kecepatan oleh pengemudi.


















