Comscore Tracker

Geger Cacar Monyet, Kemenkes Wanti-wanti Gejala 3 Hari Pertama 

Bisa menular dari kontak erat

Jakarta, IDN Times - Penyakit cacar monyet banyak mewabah di sejumlah negara. Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia ikut angkat bicara soal kondisi penyakit ini di Tanah Air.

Hingga saat ini, Kemekes mengatakan belum ada kasus konfirmasi cacar monyet yang terjadi di Indonesia.

"Di Indonesia belum ada kasusnya," ujar Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam konferensi pers secara daring, Selasa (24/5/2022).

1. Kemenkes wanti-wanti soal cacar monyet

Geger Cacar Monyet, Kemenkes Wanti-wanti Gejala 3 Hari Pertama Direktur Utama RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril (IDN Times/Gregorius Aryodamar P.)

Syahril mewanti-wanti masyarakat soal cacar monyet yang tengah mewabah. Dia mengingatkan, cacar ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Menurut Syahril, virus ini juga bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini juga sudah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia.

"Penularan bisa melalui kontak erat terhadap orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi," kata Syahril.

Baca Juga: Mengenal Cacar Monyet dan Cara Pencegahan

2. Dari mana bisa menular?

Geger Cacar Monyet, Kemenkes Wanti-wanti Gejala 3 Hari Pertama ilustrasi cacar monyet (cbnc.com)

Syahril menjelaskan penularan cacar monyet atau yang disebut dengan monkeypox bisa terjadi dari infeksi kontak erat dengan hewan atau manusia, juga dari benda yang terkontaminasi.

Darah, air liur, atau cairan tubuh lainnya, sangat mungkin menjadi sumber penularan. Selain itu, lesi kulit juga bisa menjadi jalan menularnya virus ini.

Bukan cuma itu saja, droplet pernapasan juga diduga bisa menjadi saluran penularan.

3. Masa inkubasi dan gejala awal

Geger Cacar Monyet, Kemenkes Wanti-wanti Gejala 3 Hari Pertama unsplash.com

Baca Juga: Heboh Cacar Monyet, Epidemiolog: Penularannya Seperti COVID-19

Kemenkes menjelaskan, masa inkubasi virus ini terjadi selama 6-16 hari. Namun, bisa jadi lebih panjang yakni di masa 5-21 hari.

Di tiga hari pertama masa inkubasi, Kemenkes menjabarkan ada beberapa tanda yang akan dialami. Seperti demam tinggi di atas 38 derajat, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan merasa lemas.

Topic:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya