Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Hati-hati Terbitkan Obligasi: Jadi Beban
Mendagri Tito Karnavian pertimbangkan tertibkan sound horeg. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah agar berhati-hati menerbitkan obligasi karena utang dapat membebani pemerintahan berikutnya.
  • Obligasi daerah dinilai dapat bermanfaat jika membiayai pembangunan produktif yang menghasilkan pendapatan untuk membayar utang.
  • Pramono Anung menyatakan DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi Rp3,5 triliun untuk mendukung proyek layanan publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, kapan obligasi daerah layak diterbitkan?
Vote Now
Selasa (15/9/2026)

Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah agar berhati-hati menerbitkan obligasi. Ia menyebut menerima banyak keluhan mengenai beban utang dari kepala daerah sebelumnya.

tahun 2027

Pramono Anung menyatakan akan menerbitkan obligasi daerah Rp3,5 triliun untuk menjaga keuangan Jakarta lebih sehat.

Jumat (24/7/2027)

Pramono menjelaskan skema creative financing dan tenor obligasi tujuh tahun di Balai Kota.

tahun depan

Obligasi Jakarta direncanakan diterbitkan dengan tenor tujuh tahun untuk mendukung proyek layanan publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, kapan obligasi daerah layak diterbitkan?
Vote Now
  • What?
    Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah untuk berhati-hati menerbitkan surat berharga atau obligasi.
  • Who?
    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kepala daerah, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
  • Where?
    Tito menyampaikan peringatan di Gedung DPR RI, Jakarta. Pramono memberikan penjelasan di Balai Kota.
  • When?
    Tito berbicara pada Selasa (15/9/2026). Pramono menjelaskan rencana tersebut pada Jumat (24/7/2027).
  • Why?
    Obligasi dikhawatirkan menambah beban keuangan bagi kepala daerah berikutnya, terutama di daerah dengan kemampuan keuangan rendah.
  • How?
    Obligasi dinilai perlu digunakan untuk pembangunan produktif yang menghasilkan pendapatan, sementara Jakarta merencanakan obligasi Rp3,5 triliun bertenor tujuh tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, kapan obligasi daerah layak diterbitkan?
Vote Now

Pak Tito bilang kepala daerah harus hati-hati kalau mau membuat obligasi, karena itu seperti punya utang. Utang bisa membuat kepala daerah berikutnya jadi berat. Tapi kalau uangnya dipakai membuat rumah sakit yang dapat uang, utangnya bisa dibayar. Pak Pramono juga mau membuat obligasi Jakarta sebesar Rp3,5 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, kapan obligasi daerah layak diterbitkan?
Vote Now

Obligasi daerah dapat memberi ruang pembiayaan bagi pembangunan produktif ketika hasilnya menghasilkan pemasukan daerah. Contoh rumah sakit yang menjadi BLUD disebut dapat membantu membayar utang sekaligus menghasilkan PAD. Jakarta juga merencanakan obligasi untuk mendukung proyek layanan publik dengan skema pembiayaan kreatif yang transparan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, kapan obligasi daerah layak diterbitkan?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam menerbitkan surat berharga atau obligasi karena bisa membebani kepala daerah yang baru.

Mendagri mengaku banyak menerima keluhan dari kepala daerah mengenai beban utang dari kepala daerah sebelumnya. Tito tidak ingin penerbitan obligasi justru membebani kondisi keuangan pemerintahan daerah pada periode berikutnya.

“Ya, kemudian, kalau Kemendagri sendiri berpendapat itu, obligasi ini harus hati-hati betul. Karena ini kan menyangkut, artinya berutang kan, mengeluarkan surat utang,” kata Mendagri di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

1. Obligasi daerah harus dimanfaatkan untuk pembangunan produktif

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat dalam Rapat Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/8/2026)(Dok. Kemendagri)

Menurut Tito, obligasi daerah tidak selalu buruk. Sebaliknya, justru dapat memberikan manfaat apabila digunakan untuk membiayai program atau pembangunan yang bersifat produktif dan mampu menghasilkan pendapatan bagi daerah.

“Kalau mungkin itu utang itu bersifat produktif, misalnya, membuat rumah sakit dan rumah sakit itu menguntungkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah, BLUD, gitu ya, menguntungkan karena ada pemasukannya dan itu bisa membayar utang, utang itu bahkan menguntungkan, bisa nutup ada bayar utang, dapat lagi PAD, nah itu fine itu,” kata Tito.

Mantan Kapolri itu juga mewanti-wanti agar obligasi tidak diperuntukkan untuk proyek yang tidak produktig yang hanya berpotensi menjadi beban bagi pemerintahan daerah selanjutnya.

“Tapi kalau nanti dia membangun yang nggak produktif, dan kemudian menimbulkan beban kepada kepala daerah berikutnya, wah itu harus hati-hati,” ujarnya.

2. Mendagri minta kepala daerah utamakan perinsip kehati-hatian

Mendagri Tito Karnavian pertimbangkan tertibkan sound horeg. (IDN Times/Amir Faisol).

Menurut Tito, perinsip kehati-hatian dalam menerbitkan obligasi daerah menjadi semakin penting degan mempertimbangkan minimnya keuangan. Ia menilai, obligasi justru dapat menjadi bumerang bagi kepala daerah.

“Apalagi di daerah-daerah yang kemampuan keuangannya rendah. Banyak daerah-daerah kemampuan rendah. Bayangin kalau seandainya dia punya kemampuan rendah, sudah ada utang, suruh ngeluarin obligasi lagi. Tambah berat lagi bagi kepala daerah berikutnya. Nanti tekor nantinya,” kata Tito.

3. Pramono mau terbitkan obligasi senilai Rp3,5 triliun

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (3/9). (Dok. Pemprov DKI)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan akan menerbitkan obligasi daerah sebesar Rp3,5 triliun untuk menjaga keuangan Jakarta menjadi lebih sehat pada tahun 2027.

Obligasi daerah ini merupakan salah satu bentuk pembiayaan kreatif yang hasilnya untuk mendukung berbagai proyek layanan publik. Rencananya, obligasi Jakarta akan diterbitkan pada tahun depan dengan tenor tujuh tahun.

"Walaupun ada pemotongan DBH, kita melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat dan transparan, terbuka. Maka kenapa kemudian tenornya itu tujuh tahun minim dan dilakukan secara transparan," jelas Pramono di Balai Kota, Jumat (24/7/2027).

Menurut dia, obligasi daerah dirancang sebagai alternatif pembiayaan di tengah kondisi fiskal saat ini, di mana terdapat penyesuaian DBH. Ia meyakini, nantinya skema pembiayaan alternatif ini akan menjadi model percontohan bagi daerah lain.

"Kalau ini berhasil dan kemudian menjadi instrumen creative financing, saya yakin ini bisa di-copy di daerah-daerah lain dan itu menjadi hal yang baik," katanya.

Pilih pandanganmu soal obligasi daerah

Menurutmu, kapan obligasi daerah layak diterbitkan?

See More
Untuk proyek produktif
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak saat keuangan terbatas

Curated For You

Editorial Team

Related Article