Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri PPPA Kecam Pria Tendang Perempuan di Mal, Minta SOP Keamanan Diperketat
Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2027)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Arifah Fauzi mengecam kekerasan terhadap perempuan setelah seorang perempuan ditendang saat mengantre makanan di Mal Senayan City.
  • Pengelola fasilitas publik didorong memperketat SOP keamanan dan menyiapkan penanganan kekerasan berbasis gender.
  • Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial R, sementara penyidik mendalami kronologi, motif, dan barang bukti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (17/9/2026)

Video perempuan yang ditendang dari belakang saat mengantre makanan di Mal Senayan City beredar di media sosial.

Jumat (18/9/2026)

Arifah Fauzi menyampaikan kecaman terhadap kekerasan di ruang publik. Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial R (44) di Penjaringan pada pukul 03.55 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seorang perempuan ditendang dari belakang saat mengantre makanan hingga terjatuh.
  • Who?
    Korban perempuan, pria berinisial R (44), Arifah Fauzi, dan Polda Metro Jaya terlibat dalam peristiwa ini.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Mal Senayan City, Jakarta Pusat. R ditangkap di Penjaringan, Jakarta Utara.
  • When?
    Video peristiwa beredar pada Kamis (17/9/2026). R ditangkap pada Jumat (18/9/2026), pukul 03.55 WIB.
  • Why?
    Motif kejadian masih didalami penyidik dan masyarakat diimbau tidak berspekulasi sebelum pemeriksaan selesai.
  • How?
    Polisi menangkap R dan memeriksa empat saksi. Kementerian PPPA menyiapkan koordinasi perlindungan, penanganan, dan pemulihan bagi korban bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang perempuan sedang mengantre makanan di Mal Senayan City. Lalu seorang pria menendangnya dari belakang sampai jatuh. Bu Arifah Fauzi mengecam kejadian itu. Polisi sudah menangkap pria berinisial R. Polisi masih mencari tahu urutan kejadian dan alasannya. Korban bisa mendapat bantuan dari Kementerian PPPA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Respons Arifah Fauzi menempatkan keamanan pengunjung sebagai perhatian di ruang publik. Dorongan untuk memperketat SOP, melatih personel, dan mengakomodasi penanganan kekerasan berbasis gender membuka jalur pertolongan yang lebih terintegrasi. Ketersediaan bantuan medis, hukum, psikologis, serta layanan SAPA 129 juga memberi pilihan pendampingan bagi korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengecam kekerasan terhadap perempuan di ruang publik menyusul kasus perempuan ditendang dari belakang saat mengantre makanan di Mal Senayan City, Jakarta Pusat. Dia mendorong pengelola fasilitas publik memperketat keamanan agar perempuan dan anak terlindungi dari kekerasan.

"Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan termasuk yang terjadi di ruang publik. Ruang publik harusnya menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak untuk beraktivitas," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Arifah juga meminta masyarakat berani bertindak dan melaporkan kekerasan yang terjadi di sekitarnya.

1. Pengelola mal diminta perketat keamanan

Ilustrasi kekerasan perempuan. (IDN Times/Aditya Pratama)

Arifah mendorong pengelola fasilitas publik memperketat standar operasional prosedur (SOP) keamanan, termasuk melatih personel agar sigap menghadapi potensi kekerasan berbasis gender.

"Oleh karenanya, seluruh pihak harus mengambil peran dalam menciptakan ekosistem yang aman, mulai dari pengelola fasilitas publik yang benar-benar memperhatikan keamanan pengunjungnya, hingga masyarakat yang peka dan berani bertindak saat melihat kekerasan di sekitarnya," kata dia.

2. Korban bisa mendapat pendampingan

ilustrasi kekerasan seksual (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kementerian PPPA akan berkoordinasi dengan kepolisian apabila korban membutuhkan perlindungan, penanganan, dan pemulihan. Layanan yang disiapkan mencakup bantuan medis, pendampingan hukum, serta pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma.

“Kami turut memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang berhasil menangkap pelaku dan saat ini dalam proses penyidikan. Kemen PPPA terus mengawal agar proses hukum berjalan transparan serta berpihak pada keadilan bagi korban," ujar Arifah.

3. Pos keamanan didorong tangani kekerasan gender

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Arifah meminta pos layanan keamanan di ruang publik turut mengakomodasi penanganan kekerasan berbasis gender agar pertolongan bagi korban bisa diberikan lebih cepat dan terintegrasi. Layanan SAPA 129 dapat diakses melalui hotline 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

Masyarakat yang melihat, mendengar, mengetahui, atau mengalami kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat melapor melalui kepolisian atau layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

Seorang perempuan ditendang dari belakang oleh pria saat mengantre makanan di Mal Senayan City, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial pada Kamis (17/9/2026).

Dalam video, perempuan berbaju putih terlihat berdiri di depan gerai makanan. Seorang pria berkaus hitam yang berada di belakangnya tiba-tiba menendang korban hingga terjatuh. Pengunjung lain tampak terkejut melihat kejadian itu.

Polda Metro Jaya kemudian menangkap pria berinisial R (44) di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026), pukul 03.55 WIB.

Kasubdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengatakan penyidik masih mendalami kronologi dan motif kejadian serta mengumpulkan barang bukti. Polisi juga telah memeriksa empat saksi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article