Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Poltracking Indonesia dalam survei terbarunya mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 55,1 persen. Sebanyak 40,2 persen responden menyatakan tidak puas, sedangkan 4,7 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Angka tersebut juga menunjukkan penurunan jika dibandingkan hasil pengukuran sebelumnya. Pada Oktober 2025, kepuasan publik masih berada di angka 78,1 persen. Kemudian turun menjadi 74,1 persen pada Maret 2026, 72,2 persen pada Mei 2026, 58,4 persen pada Juli 2026, hingga mencapai 55,1 persen pada Agustus 2026.
Jika dibandingkan Oktober 2025, terjadi penurunan sebesar 23 poin persentase. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR menilai angka 55,1 persen masih menunjukkan mayoritas masyarakat puas, tetapi levelnya sudah cukup rendah sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah.
Poltracking juga memetakan penilaian masyarakat berdasarkan sektor. Ekonomi menjadi bidang dengan tingkat kepuasan paling rendah, yakni 41,8 persen. Setelah itu terdapat hukum dan pemberantasan korupsi sebesar 48,3 persen serta politik dan stabilitas nasional sebesar 51,9 persen.
Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap sektor pertahanan dan keamanan mencapai 61,6 persen. Bidang kesehatan memperoleh 62,6 persen, sosial budaya 63,7 persen, dan pendidikan menjadi sektor dengan penilaian tertinggi sebesar 63,9 persen.
Survei Poltracking dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka. Populasinya merupakan warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih.
Penelitian tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.220 responden. Margin of error berada di kisaran 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei kemudian dipaparkan Poltracking pada Senin, 31 Agustus 2026.