Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tekan Penyebaran COVID-19, Pemkot Madiun Terapkan Jam Malam

Tekan Penyebaran COVID-19, Pemkot Madiun Terapkan Jam Malam
Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat
Share Article

Madiun, IDN Times - Pemerintah Kota Madiun kembali memperpanjang masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni sejak 22 Juni hingga 5 Juli mendatang. Pada rentang waktu itu, aktivitas warga di luar rumah dibatasi hingga pukul 20.00. Pembatasan itu berkurang satu jam, jika sebelumnya diperbolehkan hingga pukul 21.00. Program ini tertuang dalam Instruksi Wali Kota Nomor 14 Tahun 2021.

1. Nekat operasional melebihi waktu akan disemprot dan ditutup

Ilustrasi PPKM (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi PPKM (IDN Times/Mia Amalia)

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh bidang. Tidak terkecuali bagi operasional bioskop, tempat hiburan malam, dan pusat perbelanjaan. Selain itu operasional warnet/game online maupun kegiatan seni sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan.

"Kalau ada yang nekat akan disemprot (disinfektan) dan terpaksa ditutup," kata Maidi, Sabtu (26/6/2021).

2. Harapkan warga beristirahat yang cukup

Ilustrasi virus corona. (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi virus corona. (IDN Times/Mia Amalia)

Sikap tegas itu seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19. Maka, untuk menekannya perlu memperketat aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Selain itu, mendisplinkan protokol kesehatan.

"Dengan membatasi kegiatan di luar, maka akan banyak waktu di rumah. Hal ini juga dapat meningkatkan imun warga karena istirahatnya cukup, minimal tujuh jam per hari," Maidi menjelaskan.

3. Tetap memerhatikan protokol kesehatan

Wali Kota Madiun, Maidi. IDN Times/Nofika Dian Nugroho
Wali Kota Madiun, Maidi. IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Dengan meningkatnya daya imunitas, ia melanjutkan, dapat meminimalisir potensi penularan COVID-19. Tentunya dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan, seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, dan menghindari kerumuman.

"Orang yang kena COVID-19 itu ya yang imunnya drop, prokesnya terlena. Ini yang jadi masalah," katanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

Perhatian! Ada Jam Malam di Kota Surabaya saat Malam Tahun Baru

29 Des 2020, 18:30 WIBNews
Topics
Editorial Team
Nofika Dian Nugroho
EditorNofika Dian Nugroho

Related Articles

See More