Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Panglima TNI: Saya Bertanggung Jawab Atas Keamanan di Seluruh Indonesia
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto usai hadiri rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026). (IDN Times/Amir Faisol)
  • Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di seluruh Indonesia selama Agustus 2026, menjelang peringatan Kemerdekaan RI.

  • TNI akan berkoordinasi dengan Polri memantau kamtibmas nasional dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi narasi ancaman keamanan di media sosial yang belum terverifikasi.

  • Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Jakarta dan kota-kota besar aman serta tenang, sekaligus membuka kemungkinan langkah hukum terhadap penyebar narasi demo ricuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di seluruh Indonesia selama Agustus 2026 menjelang peringatan Kemerdekaan RI.
  • Who?
    Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Menko Polkam Djamari Chaniago terlibat dalam penanganan situasi keamanan.
  • Where?
    Pernyataan Panglima TNI disampaikan di Kompleks Parlemen, Jakarta. Pemantauan keamanan akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan kota-kota besar.
  • When?
    Pernyataan disampaikan Senin, 10 Agustus 2026, menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
  • Why?
    Rapat dan koordinasi dilakukan untuk membahas situasi keamanan menjelang Hari Kemerdekaan serta merespons narasi ancaman dan potensi kericuhan yang beredar di media sosial.
  • How?
    TNI akan berkoordinasi dengan Polri memantau kamtibmas di seluruh Indonesia. Masyarakat diimbau tidak terprovokasi informasi media sosial yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Panglima TNI Agus Subiyanto bilang ia menjaga keamanan semua orang di Indonesia saat Agustus 2026. Ia rapat dengan polisi dan beberapa orang penting di Jakarta. TNI dan polisi akan melihat keadaan di banyak tempat. Ia bilang jangan mudah percaya kabar menakutkan di media sosial. Jakarta dan kota besar lain sekarang aman dan tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penegasan tanggung jawab Panglima TNI, koordinasi dengan Polri, dan pemantauan kamtibmas memberi gambaran kesiapan institusi menjaga rasa aman menjelang perayaan kemerdekaan. Sikap pemerintah dalam menanggapi informasi tak terverifikasi, disertai gambaran Jakarta dan kota-kota besar yang aman serta tenang, menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menyambut 17 Agustus dengan lebih tenteram dan bergembira.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan, bertanggung jawab atas situasi keamanan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia pada Bulan Kemerdekaan Agustus 2026.

Hal ini disampaikan Panglima TNI usai menghadiri rapat koordinasi bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Panglima TNI membenarkan rapat tersebut membahas situasi keamanan menjelang Hari Kemerdekaan RI. Ia mengajak masyarakat untuk menyambut dengan bergembira perayaan hari ulang tahun Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

"Mari kita sambut dengan bergembira perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI, dan saya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di wilayah-wilayah di seluruh Indonesia," kata Panglima TNI.

Ia menegaskan, TNI akan berkoordinasi dengan Keolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memantau situasi Kemanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di seluruh Indonesia.

Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi atas beredarnya narasi ancaman situasi keamanan yang tersebar di media sosial. Menurut dia, berita-berita di medsos belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat.

"Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menepis narasi di media sosial yang menyebut Jakarta dan sejumlah kota besar di Tanah Air dalam kondisi yang tak kondusif di bulan Agustus 2026.

Djamari mengatakan, pihaknya tidak segan-segan untuk memperkarakan penyebar narasi demo berujung ricuh ke ranah hukum. Sebab, penyebaran narasi yang menyebabkan masyarakat khawatir harus dihentikan.

"Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di daerah yang kami kunjungi dalam keadaan aman serta tenang. Semoga keadaan semacam ini bisa kita jaga bersama-sama. Bahkan kadang saya juga berjalan bersama istri melihat ke pasar tradisional dan mal, aman-aman saja," ungkap Djamari dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat pada Rabu (5/8/2026).

Editorial Team

Related Article