Pemerintah Tegas Larang Israel Houghton Gelar Konser di Indonesia

Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mengizinkan konser Israel Houghton dan Israel & New Breed di Indonesia.
Konser dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk kampanye politik yang mendukung Israel dan tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia.
Panitia belum mengajukan izin pertunjukan maupun permohonan visa untuk Israel Houghton.
Jakarta, IDN Times - Konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed di Jakarta pada 24 Oktober 2026 menuai sorotan di media sosial (medsos). Hal ini juga ramai diperbincangkan di Malaysia.
Konser bertema “Till The Whole World Knows” itu dijadwalkan bakal berlangsung di Kota Kasablanka Mall, tetapi dibatalkan dan dipindahkan ke Graha Manggarai.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) akhirnya mengambil sikap.
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan, Pemerintah Indonesia tidak akan mengizinkan konser tersebut.
“Pemerintah tidak akan mengizinkan rencana pertunjukan musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia,” kata Yusril di Kantornya, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Lalu apa pertimbangan Indonesia melarang konser Israel Houghton itu?
1. Ditengarai bermuatan politik mendukung Israel

Adrienne Bailon dan Israel Houghton (instagram.com/adriennebailon) Keputusan itu diambil setelah Kemenko Kumham Imipas berkoordinasi dengan Kemenko Polkam dan Polri. Adapun pertimbangannya terkait dengan keamanan di dalam negeri.
“Yang menjadi concern pemerintah adalah kegiatan musik ini ditengarai itu dimanfaatkan untuk melakukan satu kampanye politik untuk mendukung Israel dan kita menganggap hal seperti itu tidak sejalan dengan politik luar negeri kita dan juga tidak sejalan dengan dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya,” kata Yusril.
2. Penjualan tiket konser berkedudukan di Malaysia

Ilustrasi Malaysia (IDN Times/Santi Dewi) Selain itu, berdasarkan hasil pendalaman, konser ini dimotori oleh event organizer (EO) Banyak Bagus Entertainment yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka melakukan penjualan tiket melalui Tiket Melon dan Megatix.
“Sampai siang ini, penjualan tiket online masih terus berlangsung,” kata Yusril.
Hingga saat ini pun, Polri belum menerima permohonan izin terkait penyelenggaraan konser tersebut.
“Sampai hari ini pihak panitia sebenarnya belum pernah mengajukan izin untuk melakukan pertunjukan ini. Jadi meskipun ada juga permintaan dari beberapa tokoh supaya pemerintah membatalkan izin pertunjukan musik ini, kami ingin tegaskan bahwa sampai hari ini belum pernah ada permohonan izin untuk melakukan pertunjukan itu di Jakarta,” lanjut dia.
3. Belum ada pengajuan visa

ilustrasi visa (IDN Times/Aditya Pratama) Selain itu, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memastikan hingga saat ini belum ada permohonan visa yang diajukan oleh Israel Houghton tersebut. Pemerintah pun saat ini terus melakukan pemantauan terhadap pengajuan visa Israel Houghton.
“Dan kami juga sudah mengantisipasi kemungkinan kalau yang bersangkutan datang menggunakan visa on arrival, yang tentu kalau visa on arrival hanya boleh dilakukan untuk kegiatan kunjungan wisata, bukan untuk kegiatan pertunjukan musik seperti yang akan dilaksanakan ini. Jadi belum ada izin, juga belum ada permohonan visa,” ujar dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















