Perumahan Subsidi di Bekasi Sudah Empat Hari Dilanda Banjir

- Banjir mencapai 2 meter, terjadi dua kali dalam bulan Januari 2026
- Penyebab banjir adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali CBL, serta dataran rendah
Bekasi, IDN Times - Perumahan subsidi bernama Nebraska Terrace yang berlokasi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, sudah empat hari terendam banjir.
Banjir terjadi sejak Jumat (23/1/2026) hingga Senin (26/1/2026) yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Cikarang Bekasi Laut atau Kali CBL.
Ketua RT 04 RW 02, Andruw (35), mengatakan, terdapat sekitar 900 rumah di Perumahan Nebraska Terrace.
"Untuk perumahan ini ada 900 rumah. Untuk KK (kepala keluarga) ini sekitar 400 KK yang sudah menempati rumah di sini," kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (26/1/2026).
1. Banjir sempat mencapai 2 meter

Dia mengatakan, banjir di Nebraska Terrace sempat mencapai ketinggian 2 meter dan sempat surut pada Minggu sore. Namun, hujan yang terjadi pada Senin dini hari membuat air kembali memenuhi pemukiman.
"Sudah melakukan bersih-bersih, sudah bertempat tinggal juga di rumah. Cuma, tadi malam hujan kembali besar. Sampai subuh, beberapa warga juga sudah mulai evakuasi kembali subuh tadi," kata dia.
Dia mengatakan, warga Nebraska Terrace sudah merasakan banjir besar sebanyak dua kali pada Januari 2026.
"Ini yang terparah sih. Jadi, dalam bulan Januari ini memang sudah dua kali banjir besarnya. Jadi, sempat surut di hari Rabu (21/1/2026) kemarin, Kamis mulai naik kembali sampai saat ini," kata dia.
2. Penyebab banjir

Sebagian warga, kata dia, mengungsi di sebuah tenda yang disediakan oleh pihak kepolisian. Terdapat dapur umum juga di lokasi pengisian. Sementara warga lainnya, lebih memilih mengungsi di tempat saudara.
Dia menduga, banjir diakibatkan oleh curah hujan dan luapan Kali CBL. Selain itu, dataran yang rendah membuat banjir di Nebraska Terrace lama surut.
"Ini kebanyakan sih karena memang area rumahnya ada di bawah. Area rumahnya ada di bawah jadi bekas cekungan," kata dia.
"Terus juga kali CBL meluap. Sedangkan juga perumahan-perumahan lain yang kemarin banjir, sekarang sudah surut. Ngalirnya sekarang sudah mulai di perumahan ini jadinya," lanjut dia.
3. Berharap ada solusi dari pemerintah

Dia berharap, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat mencari solusi agar banjir tidak terjadi lagi jika hujan deras. Dia menambahkan, banyak warga yang trauma akibat banjir hingga berhari-hari tersebut.
"Jadi banyak warga yang sudah takut untuk berada di perumahan ini. Karena ancamannya nyawa. Karena posisinya kalau malam, banjir terus tidak bisa sempat evakuasi, banyak anak-anak, banyak orang tua yang terdampak di sini," ucap dia.
















