Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Penyebab Banjir di Kota Bekasi Lama Surut

IMG_20260123_162102.jpg
Banjir terjadi di Perumahan Pondok Gede Permai (PHP), Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya sih...
  • Air terhambat di Kabupaten Bekasi
  • Terhambat aliran BKT
  • Minta BNPB lakukan rekayasa cuaca
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkap penyebab banjir yang terjadi sejak Kamis (22/1/2026) malam di Kota Bekasi, belum surut hingga Jumat (23/1/2026) sore.

Tri menyampaikan, salah satu penyebab terjadinya banjir karena adanya hujan lokal di wilayah Kota Bekasi. Dia menyebut, banjir tidak disebabkan oleh air kiriman dari wilayah Bogor.

"Ya, jadi memang dua hari ini hujan yang cukup tinggi, dan memang juga karena hujannya hujan lokal," katanya saat ditemui di Perumahan Pondok Hijau Permai (PHP), Jumat.

1. Air terhambat di Kabupaten Bekasi

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri menjelaskan, untuk wilayah timur Kota Bekasi mulai dari Kecamatan Mustikajaya hingga Kecamatan Bekasi Timur, air mengalir hingga Kali Busa, Kabupaten Bekasi.

Dia menduga, air terhambat di Kali Busa sehingga banjir yang terjadi di timur Kota Bekasi lama surut.

"Nah, saya kira kinerja Kali Busa yang mungkin agak terhambat sehingga air dari kita pun juga agak sulit ya. Karena sampai kondisi hari ini yang polder 3,8 hektare yang ada di Aren Jaya, Bekasi Timur tidak mampu juga menampung," kata Tri.

Dia juga mengatakan, jika Kali Busa sudah bisa dialirkan air, maka banjir yang terjadi di timur Kota Bekasi akan cepat surut.

"Kita nunggu Kali Busa kering, (setelah itu) Aren Jaya selesai, Bulak Kapal selesai, Jatimulya selesai baru PHP, kemudian baru nanti Narogong," jelas Tri.

2. Terhambat aliran BKT

IMG_20260123_122211.jpg
Banjir di Perumahan PHP Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara untuk wilayah barat Kota Bekasi, mulai dari Pondok Gede hingga Bekasi Barat, lanjut Tri, air mengalir hingga ke aliran Banjir Kanal Timur (BKT). Aliran BKT yang cukup tinggi, membuat banjir di barat Kota Bekasi tidak dapat ditangani dengan cepat.

"Jadi demikian juga yang ada di Bintara. Bintara itu larinya adalah ke BKT. BKT-nya sekarang juga cukup tinggi sehingga juga masih nunggu m cukup lama," kata dia.

Selain itu, Kali Cakung juga telah tidak lagi menampung air. Akibatnya, aliran air dari kawasan Kota Bintang hingga wilayah Kecamatan Bintara masih terhambat.

"Oleh karena itu, masih cukup lama kita mungkin akan tergenang (banjir) karena sambil menunggu kinerja dari aliran air yang ada," jelas Tri.

3. Minta BNPB lakukan rekayasa cuaca

IMG_20260123_122157.jpg
Banjir di Perumahan PHP Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri juga berharap, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat melakukan rekayasa cuaca agar curah hujan dapat dikendalikan.

"Harapannya tentu kami meminta kepada BNPB untuk melakukan rekayasa cuaca. Jangan sampai kemudian di Jabodetabek turun hujan tambahan, karena kondisinya hari ini sudah sangat berat," harap Tri.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Pramono: Curah Hujan di Luar Dugaan, Bukan Hanya Jakarta

23 Jan 2026, 20:16 WIBNews