PPIH 2026 Jalani Latihan Fisik Sejak Subuh, Menhaj: Jangan Cuma Nebeng Haji

- Menhaj Irfan mengingatkan petugas haji agar niat murni, bukan sekadar "nebeng" ibadah gratis.
- Tugas petugas haji memiliki dimensi ibadah, pelayanan publik, dan diplomasi internasional yang memerlukan kompetensi dan integritas.
- Tantangan layanan haji 2026 semakin kompleks dengan perubahan regulasi dan karakteristik jemaah yang beragam.
Jakarta, IDN Times – Pemandangan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta tampak berbeda pada Senin (12/1/2026) pagi. Ribuan petugas haji berseragam putih-putih terlihat berbaris rapi menyusuri jalanan asrama di saat langit masih gelap.
Terhitung sejak Senin ini, para peserta diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mulai menjalani pelatihan yang diawali dengan latihan fisik. Sejak pukul 05.00 WIB, para petugas haji sudah melakukan olahraga ringan dan diikuti latihan baris berbaris.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pendidikan dan Pelatihan PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M yang resmi dibuka oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) M. Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.
Berikut poin-poin penting dari arahan Menhaj untuk para calon pelayan tamu Allah.
1. Luruskan niat, jangan cuma mau "nebeng" haji

Dalam sambutannya yang tegas, Menhaj Irfan Yusuf mengingatkan agar para petugas membuang jauh-jauh mentalitas aji mumpung. Ia menekankan bahwa keberangkatan mereka ke Tanah Suci murni untuk bertugas, bukan sekadar menumpang ibadah gratis.
"Jangan berpikiran kita berangkat, Anda berangkat untuk nebeng haji seperti disampaikan tadi. Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji, niatkanlah berangkat sebagai pelayan tamu-tamu Allah," tegas Irfan di hadapan ribuan peserta.
2. Tiga dimensi berat tugas haji

Gus Irfan, sapaan akrab Menhaj, menegaskan bahwa menjadi petugas haji bukanlah pekerjaan biasa. Di pundak petugas terdapat beban amanah negara, amanah umat, dan amanah keagamaan yang bertemu dalam satu titik tanggung jawab.
"Di dalamnya, terdapat dimensi ibadah, dimensi pelayan publik, serta dimensi diplomasi dan tata kelola internasional," ujarnya.
Oleh karena itu, modal niat baik saja tidak cukup. Petugas harus dibekali kompetensi, integritas, dan kesiapan mental yang matang untuk menghadapi tantangan di lapangan.
3. Tantangan haji 2026 semakin kompleks

Tahun 2026 disebut sebagai fase penting dalam penguatan layanan haji nasional. Menhaj memaparkan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah, mulai dari perubahan regulasi hingga penyesuaian sistem layanan baru di Arab Saudi.
Selain itu, karakteristik jemaah yang semakin beragam dari sisi usia, kesehatan, dan latar belakang sosial menuntut petugas untuk lebih adaptif.
"Semua ini menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif, lebih profesional, dan lebih berorientasi pada solusi," tambah Menhaj.
4. Dibuka dengan semangat

Sebelum memasuki minggu latihan fisik, pembukaan diklat berlangsung sangat meriah dan penuh semangat. Menhaj Irfan dan Wamen Dahnil melakukan prosesi pembukaan dengan menekan tombol hand scanning digital di layar besar, yang disambut tepuk tangan riuh peserta.
Semangat peserta juga terlihat saat meneriakkan yel-yel "Pagi! Pagi! Pagi! Luar Biasa!" sambil mengepalkan tangan, menunjukkan kesiapan fisik dan mental mereka untuk digembleng selama beberapa pekan ke depan.
Kementerian Haji dan Umrah berharap, dengan porsi latihan fisik dan disiplin yang kuat, para petugas akan memiliki ketahanan tubuh yang prima. Tanpa fisik yang kuat dan disiplin tinggi, mustahil tugas berat melayani jemaah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi bisa terlaksana dengan baik.















