Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Akui Program MBG Masih Ada Penyimpangan

Presiden Prabowo Subianto membuka retret Kabinet Merah Putih jilid II di kediaman pribadinya di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto membuka retret Kabinet Merah Putih jilid II di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya sih...
  • Prabowo mengakui adanya penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Prabowo menekankan perlunya memperkecil kekurangan agar program MBG bisa terus dirasakan oleh masyarakat
  • Pada 6 Januari 2026, jumlah penerima program MBG sudah mencapai 55 juta jiwa, termasuk siswa sekolah dan ibu hamil
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih ada penyimpangan. Hal itu Prabowo sampaikan saat membuka retret Kabinet Merah Putiih jilid II di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti," ujar Prabowo, Selasa (6/1/2025).

Meski demikian, Prabowo menekankan, kekurangan itu harus bisa diperkecil. Sehingga, program MBG bisa terus dirasakan dengan baik oleh masyarakat.

"Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengatakan, per 6 Januari 2026, jumlah penerima program sudah mencapai 55 juta jiwa. Penerimanya meliputi siswa sekolah hingga ibu hamil.

"Kita mulai dengan 6, pada tanggal 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat, 55 juta, 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari, dan termasuk ibu-ibu hamil," ucap Prabowo.

Prabowo merasa bangga dengan capaian tersebut. Dia kemudian membandingkan dengan Brazil.

"Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brasil, Presiden Brasil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat, kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat," ujar Prabowo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

Kemenhut Bantah Digeledah Kejagung: Pencocokan Data Hutan Lindung

07 Jan 2026, 23:40 WIBNews