Pramono Dorong Pasar Ikuti Jejak Negara Blok M yang Tak Terkalahkan hingga Kini

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kebangkitan Blok M yang kini jadi pusat kuliner dan ruang nongkrong anak muda berkat kreativitas serta promosi masif di media sosial.
- Pemprov DKI berkomitmen menjaga ekosistem Blok M agar tetap hidup dan berkelanjutan, bukan sekadar tren musiman, dengan dukungan langsung dari pemerintah daerah.
- Pramono mendorong pasar-pasar lain di Jakarta meniru konsep Blok M sebagai ruang sosial, budaya, dan ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan transportasi serta penataan kawasan modern.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti fenomena kebangkitan kawasan Blok M yang kini menjelma menjadi pusat kuliner dan ruang berkumpul anak muda.
Menurutnya, geliat Blok M menunjukkan bahwa pasar dan kawasan niaga di Jakarta bisa berevolusi menjadi lebih dari sekadar tempat transaksi ekonomi.
“Begitu booming seperti Blok M sekarang ini, enggak ada yang mengalahkan Blok M sampai sekarang disebut dengan Negara Blok M. Saking begitu, apa saja yang di sana viral,” kata Pramono di Balai Kota, Senin (23/2/2026).
1. Blok M sukses karena viral

Menurut Pramono, "Negara Blok M” itu dinilai sukses membangun ekosistem berbasis kreativitas anak muda. Beragam kuliner seperti donat, roti, karedok, gado-gado, sate, hingga nasi briyani menjadi magnet karena dipromosikan secara masif melalui media sosial.
"Mulai dari donat, roti, karedok, gado-gado, sate, nasi briyani, semuanya viral. Karena apa? Yang berkecimpung itu anak-anak muda sekarang yang tahu sosial media," ujarnya.
2. Pemprov pastikan ekosistem Blok M tetap terjaga

Ia menegaskan, tugas pemerintah adalah memastikan ekosistem yang sudah terbentuk tetap terjaga dan tidak bersifat “angin-anginan” atau musiman. Pemerintah, kata dia, harus hadir untuk menjaga keberlanjutan kawasan agar tidak mati ketika tren berubah.
"Maka tugas dari pemerintah dalam hal ini untuk menjaga supaya ekosistem ini terjaga, tidak kemudian begitu mengalami perubahan, mati. Maka berkali-kali saya datang ke Blok M untuk memberikan support itu," ucap Pramono.
3. Pasar di Jakarta bisa ikuti jejak Blok M

Pramono berharap, model seperti Blok M dapat direplikasi di pasar-pasar lain di Jakarta. Menurutnya, pasar tidak boleh hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang sosial, budaya, dan ekonomi kreatif. Dengan dukungan transportasi yang baik, kebersihan, serta penataan kawasan, pasar-pasar di Jakarta bisa menjadi katalis pembangunan kota.
“Saya sungguh berharap bahwa pasar-pasar kita tidak hanya sekadar tempat untuk melakukan transaksi ekonomi, terutama membeli, menjual, dan sebagainya,” kata dia.


















