Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Mau Bahasa Mandarin hingga Rusia Diajarkan Mulai 1 SD
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto berencana memulai pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD melalui program pendidikan jarak jauh dengan studio terpusat dan guru terbaik.
  • Bahasa yang ditargetkan meliputi Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia; Prabowo menilai anak di bawah 11-12 tahun lebih cepat belajar bahasa.
  • Program ini dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja Indonesia di sektor pariwisata, rumah sakit, keperawatan, dan caregiver di sejumlah negara, agar lebih kompetitif secara global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah akan membuat studio terpusat yang diisi guru-guru terbaik untuk menggelar pembelajaran jarak jauh yang dapat diakses ribuan sekolah. Program itu juga akan mencakup pembelajaran bahasa asing.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Bahasa asing mutlak harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD, saudara-saudara sekalian. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing," katanya.

Bahasa yang akan dipelajari mencakup Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia. Menurut Prabowo, anak-anak lebih cepat belajar bahasa saat masih berusia di bawah 11-12 tahun.

"Dari kecil, di bawah 11 tahun, 12 tahun mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun," ujar dia.

Prabowo kemudian menyinggung kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara. Menurut dia, para pemimpin negara yang ditemuinya kerap menanyakan kemungkinan tenaga kerja Indonesia bekerja di negara mereka.

Kebutuhan itu, kata Prabowo, antara lain ada di sektor pariwisata, rumah sakit, keperawatan, dan caregiver. Karena itu, kemampuan bahasa diperlukan agar tenaga kerja Indonesia dapat bekerja di sektor-sektor tersebut.

"Karena itu tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia," kata Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article