Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEK FAKTA: Prabowo Sebut 1 dari 4 Anak Indonesia Stunting

CEK FAKTA: Prabowo Sebut 1 dari 4 Anak Indonesia Stunting
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026.
  • Prabowo mengaitkan angka tersebut dengan kelanjutan program Makan Bergizi Gratis untuk menangani stunting, termasuk di wilayah yang angkanya disebut mencapai 25 persen.
  • Data SSGI 2024 mencatat prevalensi stunting nasional 19,8 persen atau sekitar satu dari lima balita; angka 25 persen tidak tepat menggambarkan kondisi nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.

“Anak-anak kita. Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting,” kata Prabowo Jumat (14/8/2026).

Dia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebutkannya akan terus dilanjutkan dengan perbaikan dan efisiensi.

“Dan kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu. Untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen,” kata dia.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stunting nasional tercatat 19,8 persen, turun dari 21,5 persen pada 2023.

Kemudian, dalam SSGI 2025 yang diumumkan pada Mei 2025, target 2025 adalah 18,8 persen. Dengan angka tersebut, prevalensi nasional setara dengan sekitar 1 dari 5 balita, bukan 1 dari 4.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut stunting di beberapa tempat mencapai 25 persen. Angka 25 persen tersebut memungkinkan terjadi pada daerah atau kelompok tertentu, tetapi tidak dapat digunakan untuk menggambarkan prevalensi stunting seluruh Indonesia.

Dengan demikian, prevalensi stunting 25 persen yang disampaikan Prabowo dalam pidato tersebut kurang tepat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More