Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Siap Hadapi El Nino Panjang, Gagal Panen Bisa Bertahan 10 Bulan
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta (dok. Sekretariat Presiden)
  • Prabowo menyatakan pemerintah bersiap menghadapi ancaman El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.
  • Cadangan beras di gudang Bulog disebut mencapai lima juta ton, dengan perkiraan mampu bertahan sekitar 10 bulan bila panen gagal total.
  • BMKG menetapkan 22 provinsi, termasuk DKI Jakarta, dalam kategori Awas kekeringan pada Dasarian II September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2003-2004 silam

Kekeringan pernah terjadi dan menjadi rujukan upaya mitigasi pemerintah.

Juli dan awal Agustus

Suhu bawah permukaan laut di beberapa area Pasifik dilaporkan melonjak lebih dari 8 derajat Celsius di atas rata-rata normal.

Kamis (3/9/2026)

WMO di Jenewa mengumumkan kepastian hampir 100 persen bahwa El Nino bakal bertahan hingga Februari 2027.

Dasarian II September 2026 atau periode 11-20 September 2026

BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis wilayah Indonesia.

Rabu (16/9/2026)

Prabowo menyatakan pemerintah siap menghadapi ancaman El Nino dalam forum diskusi bersama jurnalis senior di Jakarta.

awal tahun 2027

El Nino dipresdiksi akan berakhir hingga awal tahun 2027.

Februari 2027

WMO menyebut fenomena El Nino bakal bertahan hingga Februari 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menyatakan siap menghadapi ancaman El Nino, sementara BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Bulog, WMO, dan BMKG.
  • Where?
    Indonesia, dengan 22 provinsi termasuk DKI Jakarta berada dalam kategori Awas kekeringan.
  • When?
    Prabowo menyampaikan pernyataan di Jakarta pada Rabu (16/9/2026). Peringatan BMKG berlaku untuk Dasarian II September 2026 atau periode 11-20 September 2026.
  • Why?
    El Nino diprediksi menguat dan bertahan hingga Februari 2027, dengan risiko kekeringan yang dapat membuat petani tidak dapat panen.
  • How?
    Pemerintah menjalankan program pompanisasi selama satu tahun terakhir dan mengandalkan cadangan beras Bulog yang mencapai lima juta ton.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Prabowo bilang pemerintah siap menghadapi El Nino yang bisa membuat cuaca sangat kering sampai awal 2027. Kalau panen gagal semua, beras Indonesia bisa cukup sekitar 10 bulan. Gudang Bulog punya lima juta ton beras. Pemerintah juga memakai pompa air. Sekarang 22 provinsi, termasuk Jakarta, sedang kekeringan dan sangat panas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesiapan pemerintah menghadapi ancaman kekeringan didukung oleh program pompanisasi yang telah dijalankan serta cadangan beras Bulog yang disebut mencapai lima juta ton. Ketersediaan sumber air juga menjadi dasar keyakinan Prabowo bahwa Indonesia tidak akan mengalami gagal panen, meski El Nino diprediksi menguat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah telah bersiap menghadapi ancaman el nino yang dipresdiksi akan berakhir hingga awal tahun 2027. Menurut dia, Indonesia masih bisa bertahan selama 10 bulan apabila harus menghadapi dampak kekeringan yang membuat petani tidak dapat panen.

Di sisi lain, Prabowo menyebut, Indonesia saat ini tengah mengalami swasembada beras. Cadangan beras di gudang-gudang Bulog telah mencapai lima juta ton.

"Kalau katakanlah kita umpamanya gagal total eh semua panen, kita bisa bertahan kurang lebih 10 bulan. Tapi kita percaya bahwa kita tidak akan gagal panen karena tadi saya bilang kita masih banyak eh sumber air. Masih banyak sumber air," kata Prabowo dalam forum diskusi bersama jurnalis senior, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

1. Prabowo pastikan pemerintah siap hadapi el nino panjang

Presiden Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan dengan pengusaha KADIN Pusat dan Daerah seluruh Indonesia, Jumat (31/7/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden)

Kepala Negara juga telah mendapatkan laporam dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengenai kesiapan sektor pertanian untuk menghadapi ancaman fenomena el nino.

Prabowo menyebut, pemerintah telah menjalankan program pompanisasi selama satu tahun terakhir ini sebagai bagian dari upaya memitigasi ancamam kekeringan yang pernah terjadi pada 2003-2004 silam.

"Saya sudah cek semua, persiapan kita cukup bagus. Eh kita siap hadapi El Nino, ya kan? Menteri Pertanian meyakinkan saya bahwa kita siap karena kita sudah punya program yang sudah kita laksanakan 1 tahun lebih yang lalu untuk mengatasi kekeringan tahun 2003 2024," kata dia.

2. Fenomena El Nino diprediksi terjadi hingga awal tahun 2027

ilustrasi kekeringan (magnific.com/wirestock)

Badan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, fenomena iklim El Nino diprediksi menguat hingga mencapai kriteria sangat kuat dalam beberapa bulan mendatang.

Pengumuman yang disampaikan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) di Jenewa pada Kamis (3/9/2026) tersebut mengonfirmasi tingkat kepastian hampir 100 persen bahwa fenomena ini bakal bertahan hingga Februari 2027.

Anomali pemanasan tersebut tidak hanya terjadi di permukaan laut, melainkan juga menembus hingga ke lapisan bawah permukaan Samudra Pasifik. Laporan WMO menunjukkan suhu bawah permukaan laut di beberapa area kawasan Pasifik bahkan melonjak lebih dari 8 derajat Celsius di atas rata-rata normal sepanjang Juli dan awal Agustus. Kondisi ini menjadi cadangan energi raksasa yang terus memberi bahan bakar bagi penguatan El Nino.

3. 22 Provinsi kekeringan termasuk Jakarta

Ilustrasi kekeringan (pexels.com/Pyae Phyo Aung)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis wilayah Indonesia untuk Dasarian II September 2026 atau periode 11-20 September 2026.

Berdasarkan data BMKG, sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia mengalami musim kemarau. Musim kemarau ini mengindikasikan kondisi atmosfer yang relatif kering. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya wilayah mengalami hari tanpa hujan yang berkepanjangan.

Berdasarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG untuk Dasarian II September, provinsi-provinsi ini berada pada kategori Awas, yaitu Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Maluku Utara.

BMKG juga mencatat suhu maksimum mencapai lebih dari 36 derajat Celsius di sejumlah wilayah, di antaranya Lampung, Aceh, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Cuaca kering juga membuat tutupan awan berkurang sehingga radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi meningkat. Suhu tinggi tersebut dapat mengurangi kenyamanan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article