Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Rabu (4/11/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung pengerahan 20.980 prajurit TNI di Jakarta, meski menegaskan keputusan tersebut merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat.
  • Pramono menyampaikan terima kasih atas penebalan keamanan karena Jakarta berperan sebagai ibu kota negara, kota global, dan pusat perekonomian nasional.
  • Mabes TNI menyebut pengerahan pasukan dari daerah sebagai langkah kesiapsiagaan rutin, bukan terkait demonstrasi 10 November atau kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan pengerahan 20.980 prajurit TNI di Jakarta merupkan wewenang penuh pemerintah pusat. Meski demikian, Pramono mendukung langkah Mabes TNI memberikan penebalan keamanan di Jakarta.

"Pemerintah DKI Jakarta memberikan support, mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan untuk pengamanan di ibu kota ini," ucap Pramono di Balai Kota, Rabu (4/11/2026).

1. Pramono sampaikan terima kasih

Tentara El Salvador. (United States Army, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pramono menegaskan dirinya pun tidak ingin masuk terkait polemik yang berkembang akhir-akhir ini. Sebagai gubernur, Pramono pun mengucapkan terima kasih dengan pengamanan yang dilakukan Mabes TNI.

"Tetapi intinya, apapun Jakarta ini adalah ibu kota negara, kota global, pusat perekonomian nasional, sehingga kalau kemudian ada penebalan keamanan, saya sebagai Gubernur Jakarta menyampaikan rasa terima kasih," ucapnya.

2. Mabes sebut pengerahan hal yang biasa

ilustrasi Tentara Nasional Indonesia, TNI (Studio Titus, Indonesia Army soldiers, CC BY 2.0)

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Muhammad Nas, mengatakan pengerahan pasukan dari daerah merupakan hal yang biasa dilakukan di militer. Dia menyebut pengerahan pasukan bukan karena pengamanan demonstrasi pada 10 November maupun terungkapnya kasus tindak pidana penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh TNI untuk kesiapsiagaan," ungkap Nas kepada IDN Times melalui pesan pendek, Rabu (4/11/2026).

3. Tidak perlu khawatir

Ilustrasi Tentara. (IDN Times/Anjani Asra)

Meski ada pengerahan pasukan, tetapi jenderal bintang dua itu meminta agar tidak dikaitkan dengan isu apapun.

"Tidak ada hal apapun yang perlu dikhawatirkan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article