Respons Gerindra soal Aktivis Jogja Turunkan Foto Gibran di DPRD

- Sekjen Gerindra Sugiono merespons singkat aksi Forum Kebangsaan DIY yang menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di DPRD DIY dengan menyatakan prosesnya akan dilihat ke depan.
- Foto Gibran diturunkan saat forum menyampaikan aspirasi dan audiensi di Ruang Banggar DPRD DIY, lalu dipasang kembali setelah kegiatan selesai.
- Forum Kebangsaan DIY menyoroti isu ijazah Jokowi dan riwayat pendidikan Gibran, serta menyatakan aksi penurunan foto sebagai pesan simbolis tuntutan pemakzulan Gibran.
Jakarta, IDN Times - Sekjen DPP Gerindra, Sugiono, tak banyak bicara terkait aktivis dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
"Ya, kita lihat saja prosesnya ke depan," ujar Sugiono yang juga Menko PMK di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Aksi menurunkan foto Gibran dilakukan saat mereka menyampaikan aspirasi terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo dan Gibran.
1. Foto Gibran kembali dipasang setelah rangkaian kegiatan selesai

Pasangan Prabowo-Gibran. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) Penurunan foto Gibran berlangsung ketika rombongan memasuki Ruang Banggar, untuk membacakan pernyataan sikap sekaligus beraudiensi dengan jajaran DPRD DIY. Foto tersebut kemudian kembali dipasang setelah rangkaian kegiatan selesai.
Beberapa tokoh yang hadir dalam kegiatan itu di antaranya mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Syukri Fadholi, selaku pelindung Forum Kebangsaan DIY, serta Muhammad Chirzin sebagai pembina forum tersebut.
"Kami rakyat Indonesia silaturahmi dengan para wakil rakyat Dewan Perwakilan Rakyat DIY untuk menyampaikan kegelisahan rakyat yang mudah-mudahan kegelisahan ini sampai ke RI 1 untuk ditindaklanjuti, agar suasana kebangsaan kita menjadi lebih kondusif dan kehidupan berbangsa bernegara kita menjadi lebih baik dan sejahtera," kata Chirzin menjelaskan maksud kedatangan pihaknya.
2. Dua persoalan utama yang menjadi perhatian Forum Kebangsaan DIY

Massa yang mengatasnamakan Pejuang Merah Putih Indonesia memberikan surat tututan pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke rumah Presiden ke-7 Jokowi di Solo. (IDN Times/Larasati Rey) Menurut Chirzin, ada dua persoalan utama yang menjadi perhatian Forum Kebangsaan DIY. Pertama, menyangkut keaslian ijazah Jokowi yang hingga kini mereka anggap belum ditemukan. Kedua, berkaitan dengan riwayat pendidikan Gibran.
"Dalam hal ini pada forum ini kita menuntut dua hal satu bahwa ijazah Jokowi itu tidak ditemukan atau katakanlah menunggu sidang yang besok itu tetapi sudah hampir pasti bahwa ijazah Jokowi itu tidak ada yang asli. Yang kedua adalah ijazah Gibran," papar Chirzin.
"Oleh sebab itu tuntutan kami adalah memakzulkan Gibran adili Jokowi," lanjut dia.
3. Penurunan foto Gibran disebut sebagai pesan simbolis

Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). (Dok. istimewa) Chirzin mengungkapkan, aksi menurunkan foto Gibran di Ruang Banggar DPRD DIY sebenarnya berlangsung spontan.
Meski begitu, ia menyebut tindakan tersebut bukan sekadar aksi spontanitas tanpa makna, melainkan memiliki pesan simbolis yang berkaitan dengan tuntutan mereka agar Gibran dimakzulkan.
"Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati," tegasnya.
Ia juga mengingatkan DPR RI supaya tidak mengabaikan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui forum tersebut. Menurutnya, parlemen memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti persoalan yang mereka angkat.
"Andai kata Dewan Perwakilan Rakyat RI tidak menindaklanjuti sebagaimana yang semestinya, karena ijazah Gibran sudah tidak ada, maka sekali lagi saya katakan seandainya DPR tidak memakzulkan Gibran, berarti DPR telah mengkhianati amanat rakyat," pungkasnya.






















