Pramono: Pembangunan Taman Bendera Pusaka Sudah 98 Persen, Diresmikan Maret

- Peresmian mundur karena pembangunan IPAL
- Pengerjaan terowongan belum selesai
- Perawatan taman harus diperhatikan
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Pramono Anung mengungkapkan, progres pembangunan Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah mencapai 92 persen. Taman ini diproyeksikan menjadi ruang terbuka hijau ikonik baru di Ibu Kota.
Taman Bendera Pusaka menyatukan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser dengan total luas 5,6 hektare. Di dalamnya akan tersedia jogging track sepanjang 1,2 kilometer serta berbagai fasilitas olahraga dan ruang publik.
“Yang sekarang sudah selesai progresnya sampai hari ini 92 persen. Saya mengharapkan, meminta untuk selambat-lambatnya bulan Maret taman ini bisa diresmikan,” kata Pramono usai meninjau Taman Bendera Pusaka, Jumat (13/2/2026).
1. Peresmian mundur karena pembangunan IPAL

Ia menjelaskan, pembangunan sempat mengalami sedikit kemunduran karena di lokasi tersebut juga akan dibangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) oleh Sumber Daya Air (SDA). Menurutnya, keberadaan IPAL penting untuk menjaga kualitas air sekaligus mengendalikan banjir di kawasan tersebut.
“Memang mengalami kemunduran sedikit karena memang di tempat ini nanti juga akan dibangun IPAL SDA. Kenapa harus dibangun di sini? Supaya yang pertama, nantinya airnya tidak bau, airnya menjadi bersih. Sekaligus tempat ini menjadi pengendali banjir yang ada di area ini,” ujarnya.
2. Pengerjaan terowongan belum selesai

Adapun sisa pekerjaan sekitar 8 persen meliputi pembangunan terowongan penghubung dari Taman Langsat ke Taman Leuser yang melintas di bawah Jalan Kiai Maja, serta tahap finalisasi di beberapa bagian.
“Karena memang kan di atasnya ada Jalan Kiai Maja. Jadi, itu yang belum selesai dan finalisasi atau finishing touch terhadap beberapa bagian. Tetapi saya yakin sebenarnya akhir bulan Februari ini pasti sudah selesai,” kata Pramono.
3. Perawatan taman harus diperhatikan

Pramono juga menekankan pentingnya perawatan taman setelah rampung dibangun. Ia meminta Dinas Pertamanan benar-benar mempersiapkan pengelolaan secara maksimal agar kualitas taman tetap terjaga.
“Sekaligus tempat ini selain menjadi taman, saya meminta kepada Dinas Pertamanan agar betul-betul dipersiapkan secara baik, terutama perawatannya. Jangan sampai nanti kalau sudah baik perawatannya tidak dilakukan dengan baik,” katanya.

















