Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profesional Nahdliyin: Pidato Prabowo di Rapur Wujud Ekonomi Patriotik
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
  • PP P2N mendukung pidato Presiden Prabowo di DPR yang menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional berbasis kemandirian dan kesejahteraan rakyat sesuai Pasal 33 UUD 1945.
  • Abi Rekso menyebut konsep ekonomi patriotik sebagai bentuk perlindungan negara terhadap industri dalam negeri serta penguatan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
  • P2N menilai pelibatan TNI dalam ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah strategis memperkuat stabilitas ekonomi melalui sinergi militer, masyarakat sipil, dan profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
rapat paripurna DPR

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai kebijakan ekonomi nasional dalam rapat paripurna DPR. Ia menyinggung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal sebagai langkah menuju kemandirian ekonomi.

kini

PP P2N menyatakan dukungan terhadap arahan ekonomi Presiden Prabowo yang dianggap sebagai wujud implementasi Pasal 33 UUD 1945 dan konsep ekonomi patriotik. Mereka juga menyoroti keterlibatan TNI dalam ketahanan pangan serta pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pengurus Pusat Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PP P2N) menyatakan dukungan terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto di rapat paripurna DPR yang menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional berbasis kemandirian dan kesejahteraan rakyat.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pertahanan dan Kebijakan Strategis PP P2N, Abi Rekso, menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto serta kebijakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
  • Where?
    Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, dalam konteks pembahasan hasil rapat paripurna DPR yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal.
  • When?
    Kegiatan berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan rapat paripurna DPR terbaru; waktu pasti penyampaian pernyataan PP P2N per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Dukungan diberikan karena PP P2N menilai kebijakan ekonomi tersebut merupakan implementasi Pasal 33 UUD 1945 dan bentuk “ekonomi patriotik” untuk melindungi industri dalam negeri serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • How?
    Dukungan diwujudkan melalui pernyataan resmi PP P2N yang menyoroti sinergi antara militer, masyarakat sipil, dan profesional dalam program strategis seperti produksi pangan serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo ngomong di rapat besar tentang cara bikin ekonomi Indonesia kuat dan mandiri. Ada orang-orang dari kelompok P2N yang setuju sama ide itu. Mereka bilang ini namanya ekonomi patriotik, buat bantu rakyat dan jaga industri dalam negeri. TNI juga mau bantu tanam padi, jagung, dan kedelai supaya makanan cukup buat semua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pidato Presiden Prabowo yang mendapat dukungan dari PP P2N menunjukkan semangat kolaboratif dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Gagasan “ekonomi patriotik” yang menekankan perlindungan industri dalam negeri dan sinergi antara militer, profesional, serta masyarakat sipil mencerminkan upaya konkret membangun ketahanan ekonomi dan pangan secara terpadu di tengah dinamika global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengurus Pusat Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PP P2N) mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto tentang kebijakan ekonomi nasional yang disampaikan dalam rapat paripurna DPR. Pidato tersebut dinilai menjadi penegasan arah kebijakan strategis Indonesia dalam menghadapi dinamika global.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) sebagai langkah menuju kemandirian ekonomi nasional sekaligus upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Meski menuai pro dan kontra di tengah publik, PP P2N menilai gagasan tersebut merupakan strategi yang perlu didukung dari seluruh elemen bangsa.

1. P2N sebut arahan Prabowo wujud Pasal 33 UUD 1945 hingga ekonomi patriotik

Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Wakil Ketua Umum bidang Pertahanan dan Kebijakan Strategis PP P2N, Abi Rekso, mengatakan, kebijakan ekonomi yang diarahkan Presiden Prabowo merupakan bentuk implementasi nyata dari konstitusi.

“Bagi kami ini adalah jalan manifestasi dari Pasal 33 UUD’ 45. Fiskal APBN untuk proteksi ekonomi rakyat, sedangkan Danantara harus agresif melakukan investasi dan intervensi global market. Negara berkepentingan melakukan proteksi industri dalam negeri, terhadap dinamika pasal global. Dalam istilah saya Ekonomi Patriotik,” kata Abi Rekso.

Menurut dia, negara memang harus hadir untuk melindungi industri dalam negeri di tengah ketidakpastian ekonomi global. Konsep ekonomi patriotik yang dimaksud mencakup keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat dan penguatan ekonomi nasional.

2. Soroti keterlibatan TNI dalam ketahanan pangan

Presiden Prabowo Subianto pidato keuangan dalam RAPBN 2027 di DPR RI, Rabu (20/5/2026). (Youtube/TVParlemen)

Abi Rekso juga menyorori kebijakan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin tentang penugasan khusus kepada TNI dalam sektor pangan. Kebijakan itu dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dia menilai langkah pelibatan TNI Angkatan Darat dalam produksi padi dan jagung, serta TNI Angkatan Laut dalam produksi kedelai merupakan strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas pasokan pangan.

Selain itu, dia menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor agar program-program strategis pemerintah berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

3. Manifestasi ekonomi patriotik

Presiden Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Abi Rekso mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga perlu dipimpin kalangan militer agar koordinasi kebijakan pangan berjalan lebih kuat dan terintegrasi.

“Nah itu manifestasi ekonomi patriotik, keterlibatan militer menjadi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi bidang pangan. Jadi ada tiga pilar ekonomi patriotik, militer, masyarakat sipil dan kalangan profesional. Jika elemen ini bisa bekerja sama, Insha Allah stabilitas ekonomi terjaga,” ucap dia.

Editorial Team