5 Pernyataan Prabowo saat Pidato KEM-PPKF di DPR yang Jadi Sorotan

- Presiden Prabowo menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal RAPBN 2027 di DPR, menggantikan peran yang biasanya dilakukan Menteri Keuangan.
- Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kesejahteraan rakyat, melontarkan candaan soal Kopiko dan Es Teler 77, serta sempat salah sebut profesi guru saat membahas kenaikan gaji hakim.
- Ia juga menegaskan pentingnya kerja cepat tanpa mentalitas 'kumaha engke wae' dan mengungkap pernah dibantu Megawati Soekarnoputri saat tidak berkuasa.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melakukan pidato saat Rapat Paripurna Ke-19 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI pada Rabu (20/5/2026).
Dia hadir untuk menyampaikan secara langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang biasanya dipaparkan oleh Menteri Keuangan.
“Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian, untuk menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027,” ujar Prabowo saat membuka pidatonya.
Namun, beberapa pernyataan dalam pidatonya ramai menjadi perbincangan dan sorotan masyarakat. Berikut daftar pernyataan Prabowo yang viral dan ramai dibahas!
1. Sebut rakyat tidak bermimpi jadi kaya

Salah satu pernyataan Prabowo saat pidato yang ramai dibicarakan oleh warganet adalah pernyataan bahwa rakyat tidak bermimpi untuk memiliki kehidupan yang kaya raya.
Menurut dia, rakyat hanya ingin hidup layak, bisa makan dengan baik setiap hari, memenuhi kebutuhan keluarga, bisa membeli obat, memiliki rumah yang layak, serta memastikan anak-anak mereka dapat tumbuh sehat dan mengenyam pendidikan dengan baik.
“Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik. Mereka bermimpi bisa makan dengan baik setiap hari, bisa memberi susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bilamana anak mereka sakit atau bapak mereka sakit. Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orangtuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita,” ujar Prabowo saat pidato di Gedung DPR RI, Rabu.
2. Candaan Kopiko dan Es Teler 77

Dalam pidatonya, Prabowo sempat bercanda sambil meminta izin minum kopi di ruang sidang DPR. Prabowo juga sempat menyebut Kopiko dan Es Teler 77 sambil bercanda agar anggota dewan tidak mengantuk saat sidang berlangsung.
“Tapi saya paham, saya paham pimpinan dewan, panitia penyelenggara DPR tahu kalau... oh ada, Pak? Ada, Pak. Saya mohon izin, boleh saya minum, Ibu Ketua? Kopiko senang, Presiden-nya peminum kopi. Kita harus dorong perusahaan-perusahaan swasta kita unggul. Ada juga itu apa es... es teler... teler 77 ya kan? Berapa? 77 kah? Kalau orang Gerindra gak mau bikin saingannya es teler 88. Maaf Ibu Ketua, supaya gak ngantuk ini majelis ini,” ujar Prabowo.
3. Salah sebut guru saat bahas kenaikan gaji hakim

Momen lain yang paling ramai dibahas adalah ketika Prabowo salah menyebut profesi yang mengalami kenaikan penghasilan hingga hampir 300 persen.
Awalnya, Prabowo mengatakan pemerintah telah menaikkan gaji guru secara signifikan. Namun, beberapa detik kemudian, dia langsung mengoreksi ucapannya dan menjelaskan bahwa yang dimaksud sebenarnya adalah hakim.
“Karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru, ada yang sampai hampir 300 persen naiknya penghasilan guru-guru, eh hakim-hakim kita, maaf, hakim. Saya sekarang bangga karena mendapat laporan Ketua Mahkamah Agung kita penghasilannya lebih tinggi dari Ketua Mahkamah Agung Singapura dan juga hakim-hakim paling junior kita gajinya lebih tinggi dari gaji hakim-hakim junior di Malaysia,” ujar Prabowo.
4. Sindir mentalitas “kumaha engke wae”

Ucapan Prabowo soal pejabat Bea Cukai juga ramai menjadi pembicaraan publik. Dalam pidatonya, dia meminta Menteri Keuangan segera mengganti pimpinan Bea Cukai apabila dinilai tidak mampu bekerja cepat.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menjadi pemerintahan yang “kumaha engke wae” (gimana nanti aja).
“Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti! Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae. Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha, bukan kumaha engke,” kata Prabowo.
5. Prabowo sebut Megawati pernah membantunya

Pernyataan lain adalah ketika Prabowo secara terbuka mengungkit bantuan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri kepadanya pada masa lalu.
Prabowo mengaku pernah berada dalam kondisi tidak berkuasa dan lontang-lantung. Namun, menurut dia, Megawati saat itu tetap membantu dirinya dalam urusan ekonomi dan proyek tender.
"Saudara-saudara... tenang aja! Karena waktu saya gak berkuasa, waktu saya gak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Gak, saya mau terbuka! Saya gak berkuasa waktu itu alias lontang-lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan, 'Kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan' Saya sekarang mengikuti contoh beliau,” kata Prabowo.

















